Friday, January 8, 2016

English Powerpoint "How To Be A Smarter Teacher"

English Powerpoint "How To Be A Smarter Teacher"

You teach. That's different from giving a speech in a companywide meeting or giving orders to a subordinate. That's not teaching; that's dictating. Telling people what to do doesn't guarantee that they will learn enough to think for themselves in the future. Instead, it may mean that they'll depend on you or their superiors even more and that they will stop taking chances, stop innovating, stop learning.
What do great teachers do that you should be doing in your role as a leader? Check This Out!
How To Be A Smarter Teacher

Masalah Sosial

Masalah Sosial

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Masa remaja secara umum merupakan peralihan transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja.
Pada masa remaja banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri anak, baik segi psikis maupun fisiknya. Dalam segi psikis banyak teori-teori perkembangan yang memaparkan ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan pada lingkungan. Sebenarnya kenakalan remaja itu timbul akibat dari ketidakmampuan anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus dipenuhi. Jika tidak diwaspadai, perubahan-perubahan psikis yang terjadi sebagai tugas perkembangan remaja itu akan berdampak negatif pada remaja.
 Oleh karena itu, kenakalan remaja dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dari dalam diri maupun dari luar diri remaja tersebut. Dalam menangani masalah kenakalan remaja ini diperlukan bantuan dari banyak pihak.

Rumusan Masalah
Apa pengertian kenakalan Remaja?
Apa jenis-jenis kenakalan remaja di Kota Banyumas?
Apa penyebab terjadinya kenakalan remaja di Kota Banyumas?
Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kenakalan remaja?

Tujuan
Untuk mengetahui pengertian kenakalan remaja
Untuk mengetahui jenis-jenis kenakalan remaja di Kota Banyumas
Untuk mengetahui penyebab terjadinya kenakalan remaja di Kota Banyumas
Untuk mengetahui tindakan yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kenakalan remaja

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah Juvenile berasal dari bahasa Latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquent berasal dari bahasa latin “delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau peneror, durjana dan lain sebagainya. Juvenile delinquency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpangdari norma- norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebutakan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikansependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun.


Jenis-jenis kenakalan remaja di Kota Banyumas
a.       Penyalahgunaan narkoba
b.      Seks bebas
c.       Balapan liar
d.      Minum minuman keras
e.       Tawuran antara pelajar
f.       Penipuan
g.      Pemerasan
h.      Pencurian
j.        Penganiayaan
k.      Membolos sekolah,dll


Penyebab terjadinya kenakalan remaja
a.         Faktor internal :
1.    Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2.    Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
b.    Faktor eksternal :

1. Keluarga
Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Secara umum dapat dinyatakan bahwa anak nakal pada umumnya datang dari rumah tangga dengan relasi manusiawi penuh konflik percekcokan,yang disharmonis. Kurangnya kasih sayang orang tua.

2. Kondisi Masyarakat (Lingkungan Sosial)
Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan ”, merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Anak yang dibesarkan dilingkungan sosial yang buruk cenderung akan membentuk pribadi anak yang buruk pula


3. Pengaruh Kawan Sepermainan atau teman sebaya
Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk apabila dibungkus dengan selembar daun maka daun itupun akan berbau busuk. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja, khususnya. Oleh karena itu, orangtua para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya.

4. Pendidikan
Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. Mengingat pendidikan yang pertama bagi anak di peroleh dari keluarganya, maka pendidikan informal dalam keluarga sangatlah penting.

Penggunaan Waktu Luang
Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah, dan sebaliknya bila remaja malah melakukan kegiatan yang negatif. Imi akan menimbulkan masalah.

Perilaku Seksual
Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil.
 
Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Kenakalan Remaja, Menurut Kumpfer Dan Alvarado :

1.  Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
2.  Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
3. Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
4.  Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
5.  Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
6.  Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
7.  Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
8.  Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
9. Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
10. Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.

Upaya Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja
    Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka mengatasi masalah kenakalan remaja yang ada pada saat ini. Caranya adalah dengan :
1.      Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
2.      Berikan kasih sayang yang cukup kepada anak.
3.      Perbaikan lingkungan, yaitu daerah kumuh, kampung-kampung miskin.
4.      Mendirikaan klinik bimbingan psikologis dan edukatif untuk memperbaiki tingkah laku dan membantu remaja dari kesulitan mereka.
5.      Mendirikan tempat latihan untuk menyalurkan kreativitas para remaja delinkuen dan non delinkuen. Misalnya berupa  latihan vokasional, latihan hidup bermasyarakat, latihan untuk persiapan transmigrasi.
6.   Menghukum mereka sesuai dengan perbuatannya, sehingga dianggap adil, dan bisa menggugah berfungsinya hati nurani sendiri untuk hidup susila dan mandiri.
7.   Menghilangkan semua sebab-musabab timbulnya kejahatan remaja, baik berupa pribadi familial, sosial ekonomis dan cultural.
8.      Memindahkan anak-anak nakal ke sekolah yang lebih baik,atau ke tengah lingkungan sosial yang baik.
9.      Melakukan perubahan lingkungan dengan jalan mencarikan orang tua angkat/asuh dan memberikan fasilitas yang diperlukan bagi perkembangan jasmani dan rohani yang sehat bagi anak-anak remaja.
10.    Memberikan latihan bagi para remaja untuk hidup teratur, tertib dan disiplin.
11.    Memperbanyak  lembaga latihan kerja dengan program kegiatan pembangunan.

Cara lain dalam mengatasi kenakalan remaja :

1.      Kegagalan menghadapi identitas peran dan lemahnya control diri bisa dicegah atau bisa diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik, juga mereka berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2.      Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi mereka.
3.      Kehidupan beragama keluarga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian susila keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma-norma agama.
4.     Untuk menghindari masalah yang timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orang tua juga hendaknya memberikan kesibukan dan mempercayakan tanggungjawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian tanggungjawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun mengada-ada.Orang tua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar anak memilih jurusan sesuai dengan bakat, kesenangan, dan hobi si anak.
5.      Mengisi waktu luang diserahkan kepada kebijaksanaan remaja. Remaja selain membutuhkan materi, juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi.
6.      Remaja hendaknya pandai memilih lingkungan pergaulan yang baik serta orang tua memberi arahan arahan di komunitas mana remaja harus bergaul.
7.      Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman-teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
































BAB III
PENUTUP

Masa remaja merupakan masa-masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Dalam masa ini para remaja dihadapkan dengan banyak persoalan. Kenakalan remaja adalah salah satu hal yang menyimpang karena ada pikiran negative dan pengaruh negative dalam diri remaja. Kenakalan remaja merupakan refleksi dari perbuatan orang dewasa di segala sector kehidupan yang dipenuhi baying-bayang hitam dan pergulatan seru (penuh intrik,kekerasan,kekejaman, nafsu kekuasaan, kemunafikan, kepalsuan, dll). Dan disini dukugan dari orang tua, keluarga, teman, dan masyarakat sekitar merupakan salah satu bentuk penguatan remaja untuk lebih bertingkah laku positif. Oleh karena itu, bagi remaja sebaiknya berhati-hati dalam bergaul karena lingkungan sangat mempengaruhi perilaku remaja.





















DAFTAR PUSTAKA

http://yoroelz09.blogspot.co.id/2012/12/makalah-sosiologi-yang-berjudul.html


Thursday, December 31, 2015

Apa itu Pendidikan Non Formal?

Apa itu Pendidikan Non Formal?




Apa itu Pendidikan Non Formal?

Eh, kamu kuliah dimana? | Unnes | Jurusan apa? | Pendidikan Non Formal | Apaan tuh?
Lalu *krikrikkrik*
Saya sangat sering mengalami kejadian ini, banyak sekali orang diluar sana yang tidak tahu ada jurusan bernama PNF/PLS. Sebenernya apa sih PNF itu? Lalu apa yang dipelajari mahasiswa PNF? Pekerjaan apa yang bisa didapat setelah lulus nanti?Selama satu semester saya menjadi mahasiswa PNF, sebenarnya saya belum tau banyak tentang ke-PNF-an mengingat saya dulunya anak SMK Jurusan Akuntansi. Tetapi bila ada pertanyaan semacam itu saya sudah sedikit bisa menjawab.
Jadi Pendidikan Non Formal itu pendidikan yang ada diluar sistem pendidikan formal atau lebih jelasnya diluar sistem persekolahan yang pada umumnya berorientasi pada pemberian layanan pendidikan masyarakat yang karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Contohnya : PKBM, SKB, KURSUS, BIMBEL, KOMUNITAS, dll. Pendidikan Non Formal tidak terrpatok pada usia dan tempat, peserta didik pendidikan non formal mencakup anak usia dini (balita), anak-anak dan remaja, orang dewasa dan lanjut usia. Masalah tempat, bisa dimana saja karena sistemnya tidak formal.
Apa saja yang dipelajari mahasiswa PNF? Banyak sekali yang kami pelajari, hampir semua aspek mulai dari sosiologi, antropologi, psikologi, pendidikan seumur hidup, kesehatan masyarakat, perkembangan anak usia dini, dinamika kelompok, metode penelitian, statistika, ekonomi pembangunan, pekerjaan sosial, TI, pengembangan media & kurikulum, dll. Jadi menurut saya materi PNF sangatlah lengkap dan mencakup semua yang ada dalam kehidupan kita.
Pekerjaan apa yang yang cocok setelah lulus nanti? Lulusan PNF saat ini sangatlah dibutuhkan, hanya terkadang karena ketidaktauan, yang menempati bukanlah dari orang PNF itu sendiri. Di Indonesia hampir disetiap kotanya mempunyai SKB, PKBM, Lembaga Kursus, BKKBN dll. Disitulah posisi yang pas untuk lulusan PNF. Banyak juga lulusan yang melanjutkan S2 kemudian menjadi dosen. Pada intinya lulusan PNF harus bisa membantu dan memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, tugas kita sangatlah mulia, yaitu mengabdi untuk kesejahteraan masyarakat. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain :)

Friday, December 25, 2015

Peran Islam dalam dunia Pendidikan

Peran Islam dalam dunia Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Islam bukanlah sekadar agama yang membangun spiritual suatu masyarakat, Islam tidak cukup dengan menjalankan solat lima waktu, puasa, zakat dan Haji. Lebih daripada itu Islam adalah cara hidup (way of life). Oleh karena itu, makalah ini secara khusus membahas peran Islam dalam kehidupan manusia. Membicarakan peran pada dasarnya membicarakan fungsi atau kegunaan. Peran itu ada dalam struktur. Dalam masyarakat terdapat struktur kemasyarakatan yang antara satu dengan yang lain saling memberikan fungsi. Fungsi salah satu komponen, baik dalam masyarakat mekanis maupun masyarakat organis, terhadap komponen yang lainnya disebut peran.
Peran islam dalam pendidikan juga tidak kalah pentingnya. Pendidikan sebagai salah satu fungsi dan tujuan Negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan fungsi yang di emban dan ingin dicapai melalui suatu system pendidikan Nasional dan  memberikan kesempatan yang sama pada semua peserta didik dari semua elemen masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dalam bidang pendidikan.
Mencerdaskan kehidupan bangsa, yang menjadi salah satu fungsi dan tujuan Negara itu meliputi berbagai aspek, bukan hanya terbatas pada aspek kecerdasan otak dan akal, tetapi meliputi secara keseluruhan baik itu kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, maupun kecerdasan emosional.
Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan Nasional yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa itu, pada intinya mengarah pada tujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang professional dalam memadukan antara kapasitas akademiknya dan moralitasnya sehingga mewujudkan manusia yang dapat berfikir secara bijaksana, berakhlak mulia serta cakap dan kreatif.
Berangkat dari tujuan tersebut, Lalu apakah yang harus dibenahi dalam sistem pendidikan kita untuk mencapai  yang dicita-citakannya itu. Bila ditelusuri lebih dalam maka perhatian kita pun akan mengarah pada pendidikan Islam, karena system pendidikan Nasional tidak akan bisa lepas  dari pendidikan Islam secara khusus.

B.    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian islam ?
2.    Apa hubungan tujuan islam dengan aspek-aspek pengetahuan manusia?
3.    Apa hubungan tauhid dengan ilmu pengetahuan?
4.    Apa saja paradigma ilmu islami?
5.    Apa saja Ilmu eksakta yang dikuasai ilmuwan muslim?
C.    Tujuan
1.    Mengetahui pengertian islam
2.    Mengetahui hubungan tujuan islam dengan aspek-aspek pengetahuan manusia
3.    Mengetahui hubungan tauhid dengan ilmu pengetahuan
4.    Mengetahui paradigma ilmu islami
5.    Mengetahui Ilmu Eksakta yang dikuasai ilmuwan muslim




























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Islam

Pendidikan islam yang di usahakan Islam berazaskan ikhlas dan taqwa, dengan membentuk anak didiknya seorang yang :
1.      Berilmu sempurna
2.      Berakhlaq baik
3.      Beramal shaalih
4.      Berjiwa besar
Setiap muslim hendaklah berilmu, berakhlaq, beramal, bagi diri, keluarga dan masyarakat dan berjiwa besar, ikhlas, dan taqwa.
Islam tidaklah bermaksud untuk menundukkan orang sebagai anggota masyarakat, akan tetapi Islam bermaksud membimbing masyarakat menuju kebaikan dan kesempurnaan lahir batin, dunia dan akhirat.
   
B.    Tujuan islam

 Ajaran agama islam mempunyai tiga tujuan, yaitu :
1.      Membangun persatuan ummat secara teratur sesuai dengan perintah Allah SWT dan ajaran-ajaran Rasullah SAW dalam segala aspek kehidupan, usaha dan pergaulan.
2.      Memiliki syarat, sifat, kekuatan, kecakapan untuk memperoleh daya guna menyelamatkan Bangsa dan Negara
3.      .Menjaga tetap terpeliharanya hubungan baik, kerjasama, persatuan antara ummat islam dengan golongan lain yang dapat diperoleh faedah dan manfaatnya.
Islam mempeunyai prinsip, bahwa : Keutamaan, kebesaran, kemuliaan, keberanian, Hanya dapat dicapai karena ‘’Tauhid’’ , Tegasnya : menetapkan lahir dan bathin ‘’Laa illaha illal Laah’’ , tidak ada sesembahan apapun juga melainkan Allah SWT belak
 Hasbi Ash-shiddieqi, Al-Islam, (Jakarta:Bulan bintang:1997), Hal:27-28




C.    Hubungan tauhid dengan ilmu pengetahuan

    Dalam Islam, perintah yang paling mendasar adalah menyembah Allah dan mengesakanNya. Larangannya adalah menyekutukan Allah, atau melakukan tindakan syirik. Tauhid dan syirik adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, meskipun antara yang satu dengan yang lainnya sangat berbeda. Dalam Al-qur'an, Allah berfirman: "katakanlah: "Dia-lah Allah Yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".Sebagaimana dikatakan di atas, sisi kedua adalah cegahan syirik.
Setelah Allah menciptakan manusia dan menyuruh ciptaanNya itu mengesakannya - berarti manusia hanya boleh tunduk padanya dan tidak boleh tunduk pada sesama ciptaanNya - Allah menjadikannya sebagai khalifah di atas bumi. Dalam posisinya itu manusia diberi wewenang untuk mengatur dan mengelola alam, karenanya, Allah menundukkan alam untuk manusia.
.....dan Dia telah menundukkan bahtera supaya kamu dapat melakukan perjalanan di atasnya dengan perintahNya..
.....dan Dia telah menundukkan pula bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan Dia telah menundukkan bagimu malam dan siang.
dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan binatang-binatang ditundukkan (untukmu) dengan perintahNya.
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya lahir dan bathin.
....Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.
Bila ada manusia yang tunduk pada alam maka dia telah menyalahi fungsi penciptaannya, karena sebagaimana firman Allah di atas, seharusnya alamlah yang tunduk pada manusia bukan sebaliknya. Manusia yang tunduk pada alam berarti telah melakukan perbuatan syirik karena tunduk pada yang selain Allah.
Dengan demikian, ajaran tauhid melarang manusia untuk tunduk pada alam tapi sebaliknya justru menguasai alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan manusia yang pada gilirannya memaksa manusia untuk menguasai hukum alam, yang darinya bersumber ilmu pengetahuan dan teknologi.

D.    Paradigma Ilmu Islami
Sekarang ini kita dihadapkan pada ilmu agama dan ilmu non-agama. Ilmu adalah hasil pelaksanaan perintah Tuhan untuk memperhatikan dan memahami alam raya ciptaan-Nya. Antara iman dan ilmu tidak terpisahkan, meskipun dapat dibedakan. Dikatakan tidak terpisahkan, karena iman tidak saja mendorong bahkan menghasilkan ilmu, tetapi juga membimbing ilmu dalam bentuk pertimbangan moral dan etis dalam penggunaannya.
Untuk kepentingan analisis,  tanda-tanda Tuhan dapat kita bedakan menjadi tiga, yaitu jagad raya, manusia, dan wahyu. Dari ketiga objek ini, kita akan melihat ilmu yang berbeda-beda tetapi tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya.
Manusia yang hendak menyingkap rahasia Allah melalui tanda-Nya berupa jagad raya, menggunakan perangkat berupa ilmu-ilmu fisik. Ketika manusia berusaha menyingkap rahasia Allah melalui tanda-Nya berupa wahyu, muncul ilmu-ilmu keagamaan. Manusia yang hendak menyingkap rahasia Allah melalui tanda-Nya berupa manusia, akan memunculkan berbagai ilmu. Dari segi fisik, pendalaman terhadap struktur tubuh manusia melahirkan ilmu biologi dan kedokteran. Sedangkan aspek psikis manusia memunculkan ilmu psikologi.
Paradigma ini sekaligus merupakan jawaban terhadap dikotomi ilmu agama dan ilmu nonagama. Pada dasarnya, ilmu agama dan ilmu nonagama hanya dapat dibedakan untuk kepentingan analisis, bukan untuk dipisahkan apalagi dipertentangkan.

E.    Ilmu Eksakta di tangan Manusia
Semangat ilmiah para ilmuwan muslim mengalir dari kesadaran mereka akan tauhid. Dalam beberapa literatur dijelaskan mengenai sumbangan umat islam terhadap ilmu ilmu eksakta, diantaranya terhadap matematika, astronomi, kimia dan optik.

1.      Matematika
Tokoh islam yang paling mahsyur dalam bidang matematika adalah Al-Khawarizmi. Dialah yang pertama menulis buku ilmu hitung dan aljabar.
Umar al-Khayam dan al-Thusi adalah ulama yang terkenal dalam bidang ilmu matematika. Angka nol adalah ciptaan umat islam. Pada tahun 873 M, angka nol telah dipakai di Dunia Islam.
Jasa atau fungsi umat Islam terhadap peradaban Dunia adalah ditemukannya angka arab dan nol yang dengan angka tersebut matematika menjadi efektif dan begitu cepat berkembang.

2.      Astronomi
Diantara umat islam yang terkenal ilmunya dalam bidang astronomi adalah Umar al-Khayam dan al-Farazi. Mereka menulis buku-buku tentang astronomi yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa latin untuk kemudian diajarkan di Eropa.
Kemajuan astronomi di Dunia Islam ditandai dengan didirikannya observatorium di berbagai kota seperti di Baghdad, Kairo, Damaskus, Seville, dan Andalusia.

3.      Kimia
Ulama muslim yang terkenal dalam bidang kimia adalah Jabir Bin Hayyan dan Zakaria Al Razi.
Pada zaman kejayaan islam, kimia dikembangkan atas dasar percobaan atau eksperimen. Eksperimen-eksperimen dilakukan oleh umat islam untuk mencari substansi yang misterius. Meskipun tidak membawa hasil, eksperimen-eksperimen tersebut telah mendorong perkembangan ilmu kimia.

4.      Optik
Ulama yang terkenal dalam bidang optik adalah Ibnu Haitsam. Ia berhasil menentang teori penglihatan yang dikemukakan oleh Euklid dan Ptolomeus. Menurut Euklid dan Ptolomeus, benda dapat dilihat karena mata mengirim cahaya ke benda. Melalui cahaya itulah, mata dapat melihat benda. Sedangkan Ibnu Haitsam berpendapat sebaliknya. Menurutnya, benda dapat dilihat karena benda mengirim cahaya ke mata. Berdasarkan ilmu pengetahuan modern, teori Ibnu Haitsamlah yang ternyata dipandang benar.
Demikianlah sumbangan islam terhadap kehidupan manusia yang dibuktikan lewat pengembangan ilmu pengetahuan.

F.      Sains Dunia Islam Masa Kini
Melihat bukti dalam sejarah, ternyata umat islam zaman pertengahan berjasa dalam pengembangan sains. Sains di Dunia Islam sekarang ini sangat menyedihkan. Nurcholis Madjid (1998: 9) menyatakan bahwa sekarang ini, Dunia Islam merupakan kawasan bumi yang paling terbelakang diantara penganut-penganut agama besar. Negara-negara Islam jauh tertinggal oleh negara-negara yang menganut agama lain. Umat Islam sangat terbelakang dalam bidang sains. Diantara semua penganut agama besar di muka bumi ini, para pemeluk Islam adalah yang paling rendah dan paling lemah dalam pengembangan sains dan teknologi.
Keadaan yang memprihatinkan itu terjadi karena umat Islam tidak mampu menangkap ajarannya yang lebih dinamis dan sekaligus lebih otentik. Tugas kita sekarang adalah menangkap kembali ajaran Islam yang otentik dan dinamis sehingga mendorong akselerasi kebangkitan penguasaan ilmu-ilmu eksakta sehingga umat Islam terhindar dari kemunduran.

G.    Ayat-ayat Al-Qur`an dan hadist yang membahas tentang pendidikan

1.      QS: As Shafaat: 102, mengajarkan "metodologi" pendidikan anak. Ayat ini mengisahkan dua hamba Allah (Bapak-Anak), Ibrahim dan putranya Ismail AS terlibat dalam suatu diskusi yang mengagumkan. Bukan substansi dari diskusi mereka yang menjadi perhatian kita. Melainkan approach/cara pendekatan yang dilakukan oleh Ibrahim dalam meyakinkan anaknya terhadap suatu permasalahan yang sangat agung itu.
Kisah tersebut mengajarkan kepada kita bahwa metode "dialogis" dalam mengajarkan anak sangat didukung oleh ajaran Islam. Kesimpulan ini pula menolak anggapan sebagian orang kalau Islam mengajarkan ummatnya otoriter, khususnya dalam mendidik anak.
2.      Ar-Rahman ayat 1-4 (Tentang subyek pendidikan)
الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآَنَ (2) خَلَقَ الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4)
•         (Rabb) Yang Maha Pemurah,
•         Yang telah mengajarkan al Qur'an.
•         Dia menciptakan manusia.
•         Mengajarnya pandai berbicara /AI-Bayan
Kaitannya dengan Subjek Pendidikan sebagai berikut:
a.       Kata ar-Rahman menunjukkan bahwa sifat-sifat pendidik adalah murah hati, penyayang dan lemah lembut, santun dan berakhlak mulia kepada anak didiknya dan siapa saja (Kompetensi Personal)
b.      Seorang guru hendaknya memiliki kompetensi paedagogis yang baik sebagaimana Allah mengajarkan al-Quran kepada Nabi-NYA
c.       Al-Quran menunjukkan sebagai materi yang diberikan kepada anak didik adalah kebenaran/ilmu dari Allah (Kompetensi Profesional)
d.      Keberhasilan pendidik adalah ketika anak didik mampu menerima dan mengembangkan ilmu yang diberikan, sehingga anak didik menjadi generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual, sebagaimana penjelasan AI-Bayan.
3.      Surah. Luqman: 13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13)

”Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Dari ayat tersebut dapat kita ambil pokok pikiran sebagai berikut:
a.       Orang tua wajib memberi pendidikan kepada anak-anaknya.
b.      Prioritas pertama adalah penanaman akidah, pendidikan akidah diutamakan sebagai kerangka dasar/landasan dalam membentuk pribadi anak yang soleh (Kompetensi Profesional).
c.       Dalam mendidik hendaknya menggunakan pendekatan yang bersifat kasih sayang, sesuai makna seruan Lukman kepada anak-anaknya, yaitu “Yaa Bunayyaa” (Wahai anak-anakku), seruan tersebut menyiratkan muatan kasih sayang/sentuhan kelembutan dan kemesraan, tetapi dalam koridor ketegasan dan kedisplinan, bukan berarti mendidik dengan keras. (Kompetensi Personal).

4.      Surah al-Kahf ayat 66 (Tentang Pendidik)

قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا (66)
”Musa berkata kepada Khidhr "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu" (QS. 18: 66)”.
a.       Kaitan ayat ini dengan aspek pendidikan bahwa seorang pendidik hendaknya:
Menuntun anak didiknya.
b.      Memberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu.
c.       Mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.

5.      Surah asy-Syu'ara: 214

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ (214)

"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"( QS. 26: 214).
Ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih, atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan dan pendidikan.

6.      Surah ‘Abasa ayat 1-3

عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى (2) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3)

•         Dia (Muhammad ) bermuka masam dan berpaling.
•         Karena telah datang seorang buta kepadanya
•         Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa
Pesan yang dapat kita ambil adalah:
a.       Setiap insan berhak memperoleh pendidikan, tanpa mengenal ras, suku bangsa, agama maupun kondisi pribadi/fisik dan perekonomiannya.
b.      Sebagai seorang pendidik harus bijak dalam menghadapi anak didiknya dan tidak membeda-bedakan hanya karena fisik yang tidak sempurna. Misal tingkatkan pula pelayanan pendidikan pada peserta didik yang difabel.

7.      Surah al-Ankabut: 19-20

أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (19) قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ
فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآَخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20)

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya.yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. 29: 99) Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20”).
Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk:
a.       Melakukan perjalanan, dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam, maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya.
b.      Melakukan pembelajaran, penelitian, dan percobaan (eksperimen) dengan menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu, wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar.

8.      Surat al-‘Alaq (ayat 1-5)

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

Kaitan dengan pendidikan:
a.       Iqra` bisa berarti membaca atau mengkaji. sebagai aktivitas intelektual dalam arti yang luas, guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika
b.      Kata al-qalam adalah simbol transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai dan keterampilan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kata ini merupakan simbol abadi sejak manusia mengenal baca-tulis hingga dewasa ini. Proses transfer budaya dan peradaban tidak akan terjadi tanpa peran penting tradisi tulis–menulis yang dilambangkan dengan al-qalam.
Hubungan agama dan iptek? Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigm
1)      Paradagima sekuler: paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat,agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ‘an al-hayah). Eksistensi agama tidak dinafikan hanya dibatasi perannya.
2)      Paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, dus,tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek.
3)      Paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan.

9.      Surah At-Taubah ayat 122

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ (122)

"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang muKmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapaorang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya".
Ayat ini memberi anjuran tegas (tahdid) kepada umat Islam agar ada sebagian dari umat Islam untuk memperdalam agama. Dikatakan juga bahwa yang dimaksud kata tafaqquh fi al-din adalah menjadi seorang yang mendalam ilmunya dan selalu memiliki tanggung jawab dalam pencarian ilmu Allah. Dengan demikian menurut tafsir ini dalam sistem pendidikan Islam tidak dikenal dikhotomi pendidikan.

10.  Surat An-Nahl ayat 125

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُبِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (125)

“Ajaklah kepada jalan Tuhan mu dengan cara yang bijaksana dan dengan mengajarkan yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka secara lebih baik”.
Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari ayat ini bahwa metode yang di lakukan dalam proses pendidikan diantaranya: ceramah dan diskusi.

11.  Surat Al-‘Araf ayat 35

يَا بَنِي آَدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آَيَاتِي فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (35)

“Hai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rasul-rasul sebangsamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa yang bertaqwa dan mengadakan perbaikan, niscaya mereka tidak merasa ketakutan”
Metode cerita / ceramah ini digunakan oleh Rasulullah untuk menyampaikan perintah-perintah Allah.

12.  Surat Ar-Rahman ayat 47-48

َبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (47) ذَوَاتَا أَفْنَانٍ (48)

“ Nikmat yang manalagi yang akan kamu dustakan? Kedua surga itu mempunyai serba macam pohon dan buah-buahan”.
Dalam surat Ar-Rahman ayat 47-48 tergambarkan bahwa Tanya jawab merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pendidikan.

13.  Surah al-Baqarah: 31

وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31)

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:”Sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”.
Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam as, lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin, Malaikat, dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya, sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin, malaikat, dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan, dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut.









BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dengan demikian, sumbangan atau peran Islam dalam kehidupan manusia adalah terbentuknya suatu komunitas yang berkecenderungan progresif, yaitu suatu komunitas yang dapat mengendalikan, memelihara dan mengembangkan kehidupan melalui pengembangan ilmu dan sains. Penguasaan dan pengembangan sains bukan saja termasuk alam saleh, melainkan juga bagian dari komitmen keimanan kepada Allah SWT.

B.    Saran
 Umat Islam seharusnya lebih memahami konsep tauhid, karena dengan konsep tauhid saja bisa membuat umat Islam menjadi umat yang maju. Sayang yang terjadi saat ini didunia Islam adalah kebodohan, kejumudan dan kemiskinan yang tiada henti-henti.


















DAFTAR PUSTAKA
•    http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/07/hadits-tentang-pendidikan-dan-pengajaran.html
•    http://rezapendidik.blogspot.co.id/2011/01/al-quan-dan-hadist-tentang-pendidikan.html
•    http://kasririswadi.blogspot.co.id/2013/07/peran-pendidikan-islam-dalam-dunia.html
•    http://zulfata.blogspot.co.id/2013/03/peran-islam-dalam-kehidupan-manusia.html

Poligami dalam Perspektif Agama Islam

Poligami dalam Perspektif Agama Islam

Poligami? apa sih itu poligami? Lalu bagaimana hukum Poligami dalam Perspektif agama Islam. Berikut materi mengenai Poligami dalam Perspektif Agama Islam. POWERPOINT POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF AGAMA ISLAM