Monday, December 11, 2017

Fitur DM terbaru di Instagram

Fitur DM terbaru di Instagram

Fitur DM terbaru di Instagram  Fitur DM terbaru di Instagram  - Saat ini Instagram memiliki fitur untuk berkirim pesan atau konten kepada pengguna lain atau group. Namun baru-baru ini Instagram dikabarkan tengah menguji aplikasi baru bernama Direct yang pada dasarnya adalah fitur DM yang ada di Instagram, dan dijadikan aplikasi terpisah. Lagi-lagi, langkah Instagram kali ini terlihat meniru Snapchat. (kredit: The Verge) 

Aplikasi Direct sendiri saat ini tersedia secara terbatas untuk beberapa negara termasuk Chile, Israel, Italia, Portugal, Turki, dan Uruguay. Aplikasi tersebut juga tersedia untuk dua platform, yakni Android dan iOS. Sayangnya, belum diketahui kapan aplikasi Direct akan tersedia secara umum untuk semua pengguna Instagram, dengan catatan jika perusahaan benar-benar mewujudkan rencana tersebut. Masih mirip dengan aplikasi Snapchat, aplikasi Direct akan membuka tampilan antarmuka kamera, dimana Anda bisa langsung memotret atau merekam video yang kemudian siap dikirimkan kepada seseorang. Navigasi pada aplikasi ini juga sangat mudah, dimana Anda hanya perlu swipe ke kiri untuk membuka kotak masuk atau swipe ke kanan untuk masuk ke pengaturan aplikasi. (kredit: The Verge) Ternyata jika Anda terus menggesek kiri dari kotak masuk, Anda melihat logo Instagram dan kemudian akan dialihkan ke aplikasi Instagram. Demikian pula, jika Anda menggesek ke arah kanan di aplikasi  utama Instagram, maka Anda akan dialihkan ke aplikasi Direct. Tampaknya, meski kedua aplikasi tersebut terpisah, namun serasa masih menjadi satu. Sementara fitur Story sendiri tampaknya tidak akan dipindahkan ke aplikasi Direct, setidaknya kita bisa melihat dari bocoran screenshot di atas. Langkah ini tentu pernah dilakukan oleh Facebook, yang memisahkan Messenger dari aplikasi Facebook utama. Alasannya tentu agar membuat mereka semakin besar. 

Selengkapnya: www.beritateknologi.com

Friday, January 8, 2016

Masalah Sosial

Masalah Sosial

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masalah sosial yang dikategorikan dalam perilaku menyimpang diantaranya adalah kenakalan remaja. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Masa remaja secara umum merupakan peralihan transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja.
Pada masa remaja banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri anak, baik segi psikis maupun fisiknya. Dalam segi psikis banyak teori-teori perkembangan yang memaparkan ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan pada lingkungan. Sebenarnya kenakalan remaja itu timbul akibat dari ketidakmampuan anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus dipenuhi. Jika tidak diwaspadai, perubahan-perubahan psikis yang terjadi sebagai tugas perkembangan remaja itu akan berdampak negatif pada remaja.
 Oleh karena itu, kenakalan remaja dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dari dalam diri maupun dari luar diri remaja tersebut. Dalam menangani masalah kenakalan remaja ini diperlukan bantuan dari banyak pihak.

Rumusan Masalah
Apa pengertian kenakalan Remaja?
Apa jenis-jenis kenakalan remaja di Kota Banyumas?
Apa penyebab terjadinya kenakalan remaja di Kota Banyumas?
Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kenakalan remaja?

Tujuan
Untuk mengetahui pengertian kenakalan remaja
Untuk mengetahui jenis-jenis kenakalan remaja di Kota Banyumas
Untuk mengetahui penyebab terjadinya kenakalan remaja di Kota Banyumas
Untuk mengetahui tindakan yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kenakalan remaja

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah Juvenile berasal dari bahasa Latin juvenilis, yang artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa muda, sifat-sifat khas pada periode remaja, sedangkan delinquent berasal dari bahasa latin “delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, nakal, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau peneror, durjana dan lain sebagainya. Juvenile delinquency atau kenakalan remaja adalah perilaku jahat atau kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpangdari norma- norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebutakan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikansependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun.


Jenis-jenis kenakalan remaja di Kota Banyumas
a.       Penyalahgunaan narkoba
b.      Seks bebas
c.       Balapan liar
d.      Minum minuman keras
e.       Tawuran antara pelajar
f.       Penipuan
g.      Pemerasan
h.      Pencurian
j.        Penganiayaan
k.      Membolos sekolah,dll


Penyebab terjadinya kenakalan remaja
a.         Faktor internal :
1.    Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2.    Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
b.    Faktor eksternal :

1. Keluarga
Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Secara umum dapat dinyatakan bahwa anak nakal pada umumnya datang dari rumah tangga dengan relasi manusiawi penuh konflik percekcokan,yang disharmonis. Kurangnya kasih sayang orang tua.

2. Kondisi Masyarakat (Lingkungan Sosial)
Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan ”, merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Anak yang dibesarkan dilingkungan sosial yang buruk cenderung akan membentuk pribadi anak yang buruk pula


3. Pengaruh Kawan Sepermainan atau teman sebaya
Pengaruh kawan sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk apabila dibungkus dengan selembar daun maka daun itupun akan berbau busuk. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja, khususnya. Oleh karena itu, orangtua para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi orangtuanya.

4. Pendidikan
Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua kepada anak. Mengingat pendidikan yang pertama bagi anak di peroleh dari keluarganya, maka pendidikan informal dalam keluarga sangatlah penting.

Penggunaan Waktu Luang
Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah, dan sebaliknya bila remaja malah melakukan kegiatan yang negatif. Imi akan menimbulkan masalah.

Perilaku Seksual
Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil.
 
Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Kenakalan Remaja, Menurut Kumpfer Dan Alvarado :

1.  Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
2.  Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
3. Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
4.  Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
5.  Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
6.  Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
7.  Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
8.  Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
9. Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
10. Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.

Upaya Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja
    Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka mengatasi masalah kenakalan remaja yang ada pada saat ini. Caranya adalah dengan :
1.      Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
2.      Berikan kasih sayang yang cukup kepada anak.
3.      Perbaikan lingkungan, yaitu daerah kumuh, kampung-kampung miskin.
4.      Mendirikaan klinik bimbingan psikologis dan edukatif untuk memperbaiki tingkah laku dan membantu remaja dari kesulitan mereka.
5.      Mendirikan tempat latihan untuk menyalurkan kreativitas para remaja delinkuen dan non delinkuen. Misalnya berupa  latihan vokasional, latihan hidup bermasyarakat, latihan untuk persiapan transmigrasi.
6.   Menghukum mereka sesuai dengan perbuatannya, sehingga dianggap adil, dan bisa menggugah berfungsinya hati nurani sendiri untuk hidup susila dan mandiri.
7.   Menghilangkan semua sebab-musabab timbulnya kejahatan remaja, baik berupa pribadi familial, sosial ekonomis dan cultural.
8.      Memindahkan anak-anak nakal ke sekolah yang lebih baik,atau ke tengah lingkungan sosial yang baik.
9.      Melakukan perubahan lingkungan dengan jalan mencarikan orang tua angkat/asuh dan memberikan fasilitas yang diperlukan bagi perkembangan jasmani dan rohani yang sehat bagi anak-anak remaja.
10.    Memberikan latihan bagi para remaja untuk hidup teratur, tertib dan disiplin.
11.    Memperbanyak  lembaga latihan kerja dengan program kegiatan pembangunan.

Cara lain dalam mengatasi kenakalan remaja :

1.      Kegagalan menghadapi identitas peran dan lemahnya control diri bisa dicegah atau bisa diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik, juga mereka berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2.      Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi mereka.
3.      Kehidupan beragama keluarga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian susila keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma-norma agama.
4.     Untuk menghindari masalah yang timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orang tua juga hendaknya memberikan kesibukan dan mempercayakan tanggungjawab rumah tangga kepada si remaja. Pemberian tanggungjawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun mengada-ada.Orang tua hendaknya membantu memberikan pengarahan agar anak memilih jurusan sesuai dengan bakat, kesenangan, dan hobi si anak.
5.      Mengisi waktu luang diserahkan kepada kebijaksanaan remaja. Remaja selain membutuhkan materi, juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi.
6.      Remaja hendaknya pandai memilih lingkungan pergaulan yang baik serta orang tua memberi arahan arahan di komunitas mana remaja harus bergaul.
7.      Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman-teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
































BAB III
PENUTUP

Masa remaja merupakan masa-masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Dalam masa ini para remaja dihadapkan dengan banyak persoalan. Kenakalan remaja adalah salah satu hal yang menyimpang karena ada pikiran negative dan pengaruh negative dalam diri remaja. Kenakalan remaja merupakan refleksi dari perbuatan orang dewasa di segala sector kehidupan yang dipenuhi baying-bayang hitam dan pergulatan seru (penuh intrik,kekerasan,kekejaman, nafsu kekuasaan, kemunafikan, kepalsuan, dll). Dan disini dukugan dari orang tua, keluarga, teman, dan masyarakat sekitar merupakan salah satu bentuk penguatan remaja untuk lebih bertingkah laku positif. Oleh karena itu, bagi remaja sebaiknya berhati-hati dalam bergaul karena lingkungan sangat mempengaruhi perilaku remaja.





















DAFTAR PUSTAKA

http://yoroelz09.blogspot.co.id/2012/12/makalah-sosiologi-yang-berjudul.html


Friday, December 25, 2015

Peran Islam dalam dunia Pendidikan

Peran Islam dalam dunia Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Islam bukanlah sekadar agama yang membangun spiritual suatu masyarakat, Islam tidak cukup dengan menjalankan solat lima waktu, puasa, zakat dan Haji. Lebih daripada itu Islam adalah cara hidup (way of life). Oleh karena itu, makalah ini secara khusus membahas peran Islam dalam kehidupan manusia. Membicarakan peran pada dasarnya membicarakan fungsi atau kegunaan. Peran itu ada dalam struktur. Dalam masyarakat terdapat struktur kemasyarakatan yang antara satu dengan yang lain saling memberikan fungsi. Fungsi salah satu komponen, baik dalam masyarakat mekanis maupun masyarakat organis, terhadap komponen yang lainnya disebut peran.
Peran islam dalam pendidikan juga tidak kalah pentingnya. Pendidikan sebagai salah satu fungsi dan tujuan Negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan fungsi yang di emban dan ingin dicapai melalui suatu system pendidikan Nasional dan  memberikan kesempatan yang sama pada semua peserta didik dari semua elemen masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dalam bidang pendidikan.
Mencerdaskan kehidupan bangsa, yang menjadi salah satu fungsi dan tujuan Negara itu meliputi berbagai aspek, bukan hanya terbatas pada aspek kecerdasan otak dan akal, tetapi meliputi secara keseluruhan baik itu kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, maupun kecerdasan emosional.
Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan Nasional yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa itu, pada intinya mengarah pada tujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang professional dalam memadukan antara kapasitas akademiknya dan moralitasnya sehingga mewujudkan manusia yang dapat berfikir secara bijaksana, berakhlak mulia serta cakap dan kreatif.
Berangkat dari tujuan tersebut, Lalu apakah yang harus dibenahi dalam sistem pendidikan kita untuk mencapai  yang dicita-citakannya itu. Bila ditelusuri lebih dalam maka perhatian kita pun akan mengarah pada pendidikan Islam, karena system pendidikan Nasional tidak akan bisa lepas  dari pendidikan Islam secara khusus.

B.    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian islam ?
2.    Apa hubungan tujuan islam dengan aspek-aspek pengetahuan manusia?
3.    Apa hubungan tauhid dengan ilmu pengetahuan?
4.    Apa saja paradigma ilmu islami?
5.    Apa saja Ilmu eksakta yang dikuasai ilmuwan muslim?
C.    Tujuan
1.    Mengetahui pengertian islam
2.    Mengetahui hubungan tujuan islam dengan aspek-aspek pengetahuan manusia
3.    Mengetahui hubungan tauhid dengan ilmu pengetahuan
4.    Mengetahui paradigma ilmu islami
5.    Mengetahui Ilmu Eksakta yang dikuasai ilmuwan muslim




























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Islam

Pendidikan islam yang di usahakan Islam berazaskan ikhlas dan taqwa, dengan membentuk anak didiknya seorang yang :
1.      Berilmu sempurna
2.      Berakhlaq baik
3.      Beramal shaalih
4.      Berjiwa besar
Setiap muslim hendaklah berilmu, berakhlaq, beramal, bagi diri, keluarga dan masyarakat dan berjiwa besar, ikhlas, dan taqwa.
Islam tidaklah bermaksud untuk menundukkan orang sebagai anggota masyarakat, akan tetapi Islam bermaksud membimbing masyarakat menuju kebaikan dan kesempurnaan lahir batin, dunia dan akhirat.
   
B.    Tujuan islam

 Ajaran agama islam mempunyai tiga tujuan, yaitu :
1.      Membangun persatuan ummat secara teratur sesuai dengan perintah Allah SWT dan ajaran-ajaran Rasullah SAW dalam segala aspek kehidupan, usaha dan pergaulan.
2.      Memiliki syarat, sifat, kekuatan, kecakapan untuk memperoleh daya guna menyelamatkan Bangsa dan Negara
3.      .Menjaga tetap terpeliharanya hubungan baik, kerjasama, persatuan antara ummat islam dengan golongan lain yang dapat diperoleh faedah dan manfaatnya.
Islam mempeunyai prinsip, bahwa : Keutamaan, kebesaran, kemuliaan, keberanian, Hanya dapat dicapai karena ‘’Tauhid’’ , Tegasnya : menetapkan lahir dan bathin ‘’Laa illaha illal Laah’’ , tidak ada sesembahan apapun juga melainkan Allah SWT belak
 Hasbi Ash-shiddieqi, Al-Islam, (Jakarta:Bulan bintang:1997), Hal:27-28




C.    Hubungan tauhid dengan ilmu pengetahuan

    Dalam Islam, perintah yang paling mendasar adalah menyembah Allah dan mengesakanNya. Larangannya adalah menyekutukan Allah, atau melakukan tindakan syirik. Tauhid dan syirik adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, meskipun antara yang satu dengan yang lainnya sangat berbeda. Dalam Al-qur'an, Allah berfirman: "katakanlah: "Dia-lah Allah Yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".Sebagaimana dikatakan di atas, sisi kedua adalah cegahan syirik.
Setelah Allah menciptakan manusia dan menyuruh ciptaanNya itu mengesakannya - berarti manusia hanya boleh tunduk padanya dan tidak boleh tunduk pada sesama ciptaanNya - Allah menjadikannya sebagai khalifah di atas bumi. Dalam posisinya itu manusia diberi wewenang untuk mengatur dan mengelola alam, karenanya, Allah menundukkan alam untuk manusia.
.....dan Dia telah menundukkan bahtera supaya kamu dapat melakukan perjalanan di atasnya dengan perintahNya..
.....dan Dia telah menundukkan pula bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan Dia telah menundukkan bagimu malam dan siang.
dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan binatang-binatang ditundukkan (untukmu) dengan perintahNya.
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya lahir dan bathin.
....Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.
Bila ada manusia yang tunduk pada alam maka dia telah menyalahi fungsi penciptaannya, karena sebagaimana firman Allah di atas, seharusnya alamlah yang tunduk pada manusia bukan sebaliknya. Manusia yang tunduk pada alam berarti telah melakukan perbuatan syirik karena tunduk pada yang selain Allah.
Dengan demikian, ajaran tauhid melarang manusia untuk tunduk pada alam tapi sebaliknya justru menguasai alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan manusia yang pada gilirannya memaksa manusia untuk menguasai hukum alam, yang darinya bersumber ilmu pengetahuan dan teknologi.

D.    Paradigma Ilmu Islami
Sekarang ini kita dihadapkan pada ilmu agama dan ilmu non-agama. Ilmu adalah hasil pelaksanaan perintah Tuhan untuk memperhatikan dan memahami alam raya ciptaan-Nya. Antara iman dan ilmu tidak terpisahkan, meskipun dapat dibedakan. Dikatakan tidak terpisahkan, karena iman tidak saja mendorong bahkan menghasilkan ilmu, tetapi juga membimbing ilmu dalam bentuk pertimbangan moral dan etis dalam penggunaannya.
Untuk kepentingan analisis,  tanda-tanda Tuhan dapat kita bedakan menjadi tiga, yaitu jagad raya, manusia, dan wahyu. Dari ketiga objek ini, kita akan melihat ilmu yang berbeda-beda tetapi tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya.
Manusia yang hendak menyingkap rahasia Allah melalui tanda-Nya berupa jagad raya, menggunakan perangkat berupa ilmu-ilmu fisik. Ketika manusia berusaha menyingkap rahasia Allah melalui tanda-Nya berupa wahyu, muncul ilmu-ilmu keagamaan. Manusia yang hendak menyingkap rahasia Allah melalui tanda-Nya berupa manusia, akan memunculkan berbagai ilmu. Dari segi fisik, pendalaman terhadap struktur tubuh manusia melahirkan ilmu biologi dan kedokteran. Sedangkan aspek psikis manusia memunculkan ilmu psikologi.
Paradigma ini sekaligus merupakan jawaban terhadap dikotomi ilmu agama dan ilmu nonagama. Pada dasarnya, ilmu agama dan ilmu nonagama hanya dapat dibedakan untuk kepentingan analisis, bukan untuk dipisahkan apalagi dipertentangkan.

E.    Ilmu Eksakta di tangan Manusia
Semangat ilmiah para ilmuwan muslim mengalir dari kesadaran mereka akan tauhid. Dalam beberapa literatur dijelaskan mengenai sumbangan umat islam terhadap ilmu ilmu eksakta, diantaranya terhadap matematika, astronomi, kimia dan optik.

1.      Matematika
Tokoh islam yang paling mahsyur dalam bidang matematika adalah Al-Khawarizmi. Dialah yang pertama menulis buku ilmu hitung dan aljabar.
Umar al-Khayam dan al-Thusi adalah ulama yang terkenal dalam bidang ilmu matematika. Angka nol adalah ciptaan umat islam. Pada tahun 873 M, angka nol telah dipakai di Dunia Islam.
Jasa atau fungsi umat Islam terhadap peradaban Dunia adalah ditemukannya angka arab dan nol yang dengan angka tersebut matematika menjadi efektif dan begitu cepat berkembang.

2.      Astronomi
Diantara umat islam yang terkenal ilmunya dalam bidang astronomi adalah Umar al-Khayam dan al-Farazi. Mereka menulis buku-buku tentang astronomi yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa latin untuk kemudian diajarkan di Eropa.
Kemajuan astronomi di Dunia Islam ditandai dengan didirikannya observatorium di berbagai kota seperti di Baghdad, Kairo, Damaskus, Seville, dan Andalusia.

3.      Kimia
Ulama muslim yang terkenal dalam bidang kimia adalah Jabir Bin Hayyan dan Zakaria Al Razi.
Pada zaman kejayaan islam, kimia dikembangkan atas dasar percobaan atau eksperimen. Eksperimen-eksperimen dilakukan oleh umat islam untuk mencari substansi yang misterius. Meskipun tidak membawa hasil, eksperimen-eksperimen tersebut telah mendorong perkembangan ilmu kimia.

4.      Optik
Ulama yang terkenal dalam bidang optik adalah Ibnu Haitsam. Ia berhasil menentang teori penglihatan yang dikemukakan oleh Euklid dan Ptolomeus. Menurut Euklid dan Ptolomeus, benda dapat dilihat karena mata mengirim cahaya ke benda. Melalui cahaya itulah, mata dapat melihat benda. Sedangkan Ibnu Haitsam berpendapat sebaliknya. Menurutnya, benda dapat dilihat karena benda mengirim cahaya ke mata. Berdasarkan ilmu pengetahuan modern, teori Ibnu Haitsamlah yang ternyata dipandang benar.
Demikianlah sumbangan islam terhadap kehidupan manusia yang dibuktikan lewat pengembangan ilmu pengetahuan.

F.      Sains Dunia Islam Masa Kini
Melihat bukti dalam sejarah, ternyata umat islam zaman pertengahan berjasa dalam pengembangan sains. Sains di Dunia Islam sekarang ini sangat menyedihkan. Nurcholis Madjid (1998: 9) menyatakan bahwa sekarang ini, Dunia Islam merupakan kawasan bumi yang paling terbelakang diantara penganut-penganut agama besar. Negara-negara Islam jauh tertinggal oleh negara-negara yang menganut agama lain. Umat Islam sangat terbelakang dalam bidang sains. Diantara semua penganut agama besar di muka bumi ini, para pemeluk Islam adalah yang paling rendah dan paling lemah dalam pengembangan sains dan teknologi.
Keadaan yang memprihatinkan itu terjadi karena umat Islam tidak mampu menangkap ajarannya yang lebih dinamis dan sekaligus lebih otentik. Tugas kita sekarang adalah menangkap kembali ajaran Islam yang otentik dan dinamis sehingga mendorong akselerasi kebangkitan penguasaan ilmu-ilmu eksakta sehingga umat Islam terhindar dari kemunduran.

G.    Ayat-ayat Al-Qur`an dan hadist yang membahas tentang pendidikan

1.      QS: As Shafaat: 102, mengajarkan "metodologi" pendidikan anak. Ayat ini mengisahkan dua hamba Allah (Bapak-Anak), Ibrahim dan putranya Ismail AS terlibat dalam suatu diskusi yang mengagumkan. Bukan substansi dari diskusi mereka yang menjadi perhatian kita. Melainkan approach/cara pendekatan yang dilakukan oleh Ibrahim dalam meyakinkan anaknya terhadap suatu permasalahan yang sangat agung itu.
Kisah tersebut mengajarkan kepada kita bahwa metode "dialogis" dalam mengajarkan anak sangat didukung oleh ajaran Islam. Kesimpulan ini pula menolak anggapan sebagian orang kalau Islam mengajarkan ummatnya otoriter, khususnya dalam mendidik anak.
2.      Ar-Rahman ayat 1-4 (Tentang subyek pendidikan)
الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآَنَ (2) خَلَقَ الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4)
•         (Rabb) Yang Maha Pemurah,
•         Yang telah mengajarkan al Qur'an.
•         Dia menciptakan manusia.
•         Mengajarnya pandai berbicara /AI-Bayan
Kaitannya dengan Subjek Pendidikan sebagai berikut:
a.       Kata ar-Rahman menunjukkan bahwa sifat-sifat pendidik adalah murah hati, penyayang dan lemah lembut, santun dan berakhlak mulia kepada anak didiknya dan siapa saja (Kompetensi Personal)
b.      Seorang guru hendaknya memiliki kompetensi paedagogis yang baik sebagaimana Allah mengajarkan al-Quran kepada Nabi-NYA
c.       Al-Quran menunjukkan sebagai materi yang diberikan kepada anak didik adalah kebenaran/ilmu dari Allah (Kompetensi Profesional)
d.      Keberhasilan pendidik adalah ketika anak didik mampu menerima dan mengembangkan ilmu yang diberikan, sehingga anak didik menjadi generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual, sebagaimana penjelasan AI-Bayan.
3.      Surah. Luqman: 13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13)

”Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Dari ayat tersebut dapat kita ambil pokok pikiran sebagai berikut:
a.       Orang tua wajib memberi pendidikan kepada anak-anaknya.
b.      Prioritas pertama adalah penanaman akidah, pendidikan akidah diutamakan sebagai kerangka dasar/landasan dalam membentuk pribadi anak yang soleh (Kompetensi Profesional).
c.       Dalam mendidik hendaknya menggunakan pendekatan yang bersifat kasih sayang, sesuai makna seruan Lukman kepada anak-anaknya, yaitu “Yaa Bunayyaa” (Wahai anak-anakku), seruan tersebut menyiratkan muatan kasih sayang/sentuhan kelembutan dan kemesraan, tetapi dalam koridor ketegasan dan kedisplinan, bukan berarti mendidik dengan keras. (Kompetensi Personal).

4.      Surah al-Kahf ayat 66 (Tentang Pendidik)

قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا (66)
”Musa berkata kepada Khidhr "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu" (QS. 18: 66)”.
a.       Kaitan ayat ini dengan aspek pendidikan bahwa seorang pendidik hendaknya:
Menuntun anak didiknya.
b.      Memberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu.
c.       Mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.

5.      Surah asy-Syu'ara: 214

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ (214)

"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"( QS. 26: 214).
Ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih, atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan dan pendidikan.

6.      Surah ‘Abasa ayat 1-3

عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى (2) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى (3)

•         Dia (Muhammad ) bermuka masam dan berpaling.
•         Karena telah datang seorang buta kepadanya
•         Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa
Pesan yang dapat kita ambil adalah:
a.       Setiap insan berhak memperoleh pendidikan, tanpa mengenal ras, suku bangsa, agama maupun kondisi pribadi/fisik dan perekonomiannya.
b.      Sebagai seorang pendidik harus bijak dalam menghadapi anak didiknya dan tidak membeda-bedakan hanya karena fisik yang tidak sempurna. Misal tingkatkan pula pelayanan pendidikan pada peserta didik yang difabel.

7.      Surah al-Ankabut: 19-20

أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (19) قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ
فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآَخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20)

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya.yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. 29: 99) Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20”).
Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk:
a.       Melakukan perjalanan, dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam, maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya.
b.      Melakukan pembelajaran, penelitian, dan percobaan (eksperimen) dengan menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu, wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar.

8.      Surat al-‘Alaq (ayat 1-5)

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

Kaitan dengan pendidikan:
a.       Iqra` bisa berarti membaca atau mengkaji. sebagai aktivitas intelektual dalam arti yang luas, guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika
b.      Kata al-qalam adalah simbol transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai dan keterampilan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kata ini merupakan simbol abadi sejak manusia mengenal baca-tulis hingga dewasa ini. Proses transfer budaya dan peradaban tidak akan terjadi tanpa peran penting tradisi tulis–menulis yang dilambangkan dengan al-qalam.
Hubungan agama dan iptek? Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3 (tiga) jenis paradigm
1)      Paradagima sekuler: paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat,agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ‘an al-hayah). Eksistensi agama tidak dinafikan hanya dibatasi perannya.
2)      Paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, dus,tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek.
3)      Paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan.

9.      Surah At-Taubah ayat 122

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ (122)

"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang muKmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapaorang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya".
Ayat ini memberi anjuran tegas (tahdid) kepada umat Islam agar ada sebagian dari umat Islam untuk memperdalam agama. Dikatakan juga bahwa yang dimaksud kata tafaqquh fi al-din adalah menjadi seorang yang mendalam ilmunya dan selalu memiliki tanggung jawab dalam pencarian ilmu Allah. Dengan demikian menurut tafsir ini dalam sistem pendidikan Islam tidak dikenal dikhotomi pendidikan.

10.  Surat An-Nahl ayat 125

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُبِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (125)

“Ajaklah kepada jalan Tuhan mu dengan cara yang bijaksana dan dengan mengajarkan yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka secara lebih baik”.
Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari ayat ini bahwa metode yang di lakukan dalam proses pendidikan diantaranya: ceramah dan diskusi.

11.  Surat Al-‘Araf ayat 35

يَا بَنِي آَدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آَيَاتِي فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (35)

“Hai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rasul-rasul sebangsamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa yang bertaqwa dan mengadakan perbaikan, niscaya mereka tidak merasa ketakutan”
Metode cerita / ceramah ini digunakan oleh Rasulullah untuk menyampaikan perintah-perintah Allah.

12.  Surat Ar-Rahman ayat 47-48

َبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (47) ذَوَاتَا أَفْنَانٍ (48)

“ Nikmat yang manalagi yang akan kamu dustakan? Kedua surga itu mempunyai serba macam pohon dan buah-buahan”.
Dalam surat Ar-Rahman ayat 47-48 tergambarkan bahwa Tanya jawab merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pendidikan.

13.  Surah al-Baqarah: 31

وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31)

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:”Sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”.
Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam as, lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin, Malaikat, dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya, sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin, malaikat, dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan, dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut.









BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dengan demikian, sumbangan atau peran Islam dalam kehidupan manusia adalah terbentuknya suatu komunitas yang berkecenderungan progresif, yaitu suatu komunitas yang dapat mengendalikan, memelihara dan mengembangkan kehidupan melalui pengembangan ilmu dan sains. Penguasaan dan pengembangan sains bukan saja termasuk alam saleh, melainkan juga bagian dari komitmen keimanan kepada Allah SWT.

B.    Saran
 Umat Islam seharusnya lebih memahami konsep tauhid, karena dengan konsep tauhid saja bisa membuat umat Islam menjadi umat yang maju. Sayang yang terjadi saat ini didunia Islam adalah kebodohan, kejumudan dan kemiskinan yang tiada henti-henti.


















DAFTAR PUSTAKA
•    http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/07/hadits-tentang-pendidikan-dan-pengajaran.html
•    http://rezapendidik.blogspot.co.id/2011/01/al-quan-dan-hadist-tentang-pendidikan.html
•    http://kasririswadi.blogspot.co.id/2013/07/peran-pendidikan-islam-dalam-dunia.html
•    http://zulfata.blogspot.co.id/2013/03/peran-islam-dalam-kehidupan-manusia.html

Wednesday, December 23, 2015

Makalah Psikologi Umum => Berpikir

Makalah Psikologi Umum => Berpikir

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut Plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa; logos = ilmu pengetahuan). Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: 1) pengenalan atau kognisi, 2) perasaan atau emosi, 3) kemauan atau konasi, 4) gejala campuran.
Secara umum dapat dikemukakan bahwa problem itu timbul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan keadaan yang lain dalam rangka mencapai tujuan.

1.2    Rumusan Masalah
Bagaimana proses berpikir itu dapat memecahkan persoalan ?
Bagaimana penerapan strategi dalam pemecahan masalah ?
Bagaimana proses dalam pemecahan masalah ?
Apa saja penyebab kesulitan dalam memecahkan persoalan ?

1.3    Tujuan Penulisan
Tujuan kami membuat makalah ini untuk mengetahui :
Pengertian berpikir dan pemecahan masalah
Macam-macam kegiatan berpikir
Langkah-langkah proses berpikir
Strategi dalam pemecahan masalah
Proses pemecahan masalah
Penyebab kesulitan dalam memecahkan persoalan

1.4    Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Antropologi
Bagi penulis diharapkan dapat mendatangkan manfaat di dalam menambah wawasan serta pengetahuan yang lebih luas
Bagi pembaca makalah ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat sebagai tambahan informasi serta referensi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian
Berpikir
Berpikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna dan pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah.

Masalah
Masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa.

Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.

2.2    Macam-macam Kegiatan Berpikir
Berpikir Asosiatif
Berpikir asosiatif, yaitu proses berpikir di mana suatu ide merangsang timbulnya ide lain. Jalan pikiran dalam proses berpikir asosiatif tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya, jadi ide-ide timbul secara bebas. Jenis-jenis berpikir asosiatif :
Asosiasi Bebas
Suatu ide akan menimbulkan ide mengenai hal lain, tanpa ada batasnya. Misalnya, ide tentang makan dapat merangsang timbulnya ide tentang restoran, dapur, nasi atau anak yang belum sempat diberi makanan atau hal lainnya.

Asosiasi Terkontrol
Satu ide tertentu menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Misalnya, ide tentang membeli mobil, akan merangsang ide-ide lain tentang harganya, pajaknya, pemeliharaannya, mereknya, atau modelnya, tetapi tidak merangsang ide tentang hal-hal lain di luar itu seperti peraturan lalu lintas, polisi lalu lintas, mertua sering meminjam barang-barang, piutang yang belum ditagih, dan sebagainya.

Melamun
Menghayal bebas, sebebas-bebasnya tanpa batas, juga mengenai hal-hal yang tidak realistis.

Mimpi
Ide-ide tentang berbagai hal yang timbul secara tidak disadari pada waktu tidur. Mimpi ini kadang-kadang terlupakan pada waktu terbangun, tetapi kadang-kadang masih dapat diingat.

Berpikir Artistik
Proses berpikir yang sangat subyektif. Jalan pikiran sangat dipengaruhi oleh pendapat dan pandangan diri pribadi tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Ini sering dilakukan oleh para seniman dalam mencipta karya-karya seninya.

Berpikir Terarah
Berpikir Terarah, yaitu proses berpikir yang sudah ditentukan sebelumya. Dan diarahkan pada sesuatu, biasanya diarahkan pada pemecahan persoalan. Dua macam berpikir terarah, yaitu :
Berpikir Analitis
Berpikir Analitis yaitu Berpikir Konvergen (cenderung  menyempit dan menuju jawaban yang tunggal).

Berpikir Kreatif
Berpikir Kreatif, yaitu berpikir untuk menentukan hubungan-hubungan baru antara berbagai hal, menemukan pemecahan baru dari suatu soal, menemukan sistem baru, menemukan bentuk artistik baru dan sebagainya untuk memperoleh lebih dari satu jawaban.
Dalam berpkir selalu dipergunakan simbol, yaitu sesuatu yang dapat mewakili segala hal dalam alam pikiran. Misalnya perkataan buku adalah simbol yang mewakili benda yang terdiri dari lembaran-lembaran kertas yang dijilid dan tertulis huruf-huruf.
Di samping kata-kata, bentuk-bentuk simbol antara lain angka-angka dan simbol matematika, simbol-simbol yang dipergunakan dalam peraturan lalu lintas, not musik, mata uang, dan sebagainya.

2.3    Langkah-langkah Proses Berpikir
Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada tiga langkah, yaitu :
Pembentukan Pengertian
Pengertian, atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan, sebagai berikut :
Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah obyek yang sejenis. Obyek tersebut kita perhatikan unsur-unsurnya satu demi satu. Misalnya ingin membentuk pengertian manusia. Kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisa ciri-ciri misalnya :
Manusia Indonesia, ciri-cirinya :
Makhluk hidup
Berbudi
Berkulit sawo mateng
Berambut hitam
Dan sebagainya

Manusia Eropa, ciri-cirinya :
Makhluk hidup
Berbudi
Berkulit Putih
Berambut pirang atau putih
Bermata biru terbuka
Dan sebagainya

Manusia Negro, ciri-cirinya :
Makhluk hidup
Berbudi
Berkulit htam
Berambut hitam kriting
Bermata hitam melotot
Dan sebagainya

Manusia Cina, ciri-cirinya :
Makhluk Hidup
Berbudi
Berkulit kuning
Berambut hitam lurus
Bermata hitam sipit
Dan sebagainya

Dan manusia yang lain-lainnya lagi.

Membanding-bandingkan ciri tersebut untuk ditemukan ciri-ciri mana yang sama, mana yang tidak sama, mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada serta mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki.

Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan, membuang, ciri-ciri yang tidak hakiki, menangkap ciri-ciri yang hakiki. Pada contoh di atas ciri-ciri yang hakiki itu ialah :
Makhluk hidup yang berbudi.

Pembentukan Pendapat
Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut kalimat, yang terdiri dari pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat.
Selanjutnya pendapat dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
Pendapat Positif, yaitu pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu, misalnya si Totok itu pandai, si Ani rajin dan sebagainya.
Pendapat Negatif, yaitu pendapat yang menidakkan, yang secara tegas menerangkan tentang tidak adanya seuatu sifat pada sesuatu hal : Misalnya si Totok itu bodoh, si Ani malas dan sebagainya.
Pendapat Modalitas atau Kebarangkalian, yaitu pendapat yang menerangkan kebarangkalian, kemungkinan-kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal ; misalnya hari ini mungkin hujan, si Ali mungkin tidak datang, dan sebagainya.

Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan
Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada 3 macam keputusan, yaitu :
Keputusan Induktif
Keputusan Induktif yaitu keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju ke satu pendapat umum. Misalnya :
Tembaga dipanaskan akan memuai
Perak dipanaskan akan memuai
Besi dipanaskan akan memuai
Kuningan dipanaskan akan memuai
Jadi (kesimpulan). Bahwa semua logam kalau dipanaskan akan memuai (Umum).

Keputusan Deduktif
Keputusan Deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus, Jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Misalnya : Semua logam kalau dipanaskan memuai (umum), tembaga adalah logam. Jadi (kesimpulan) : tembaga kalau dipanaskan memuai. Contoh lain : Semua manusia terkena nasib mati, si Karto adalah manusia. Jadi pada suatu hari si Karto akan mati.

Keputusan Analogis
Keputusan Analogis adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. Misalnya : Totok anak pandai, naik kelas (khusus). Jadi (kesimpulan) si Nunung anak yang pandai itu, tentu naik kelas.

2.4    Strategi dalam Pemecahan Masalah
Strategi Menyeluruh
Di sini persoalan dipandang sebagai suatu keseluruhan dan dipecahkan untuk keseluruhan itu.

Strategi Detailistis
Di sini persoalan di bagi-bagi dalam bagian-bagian dan dipecahkan bagian demi bagian.

2.5    Beberapa Strategi Pemecahan Masalah yang Sering Digunakan
Trial and Error
Salah satu kemungkinan strategi pemecahan masalah adalah trial and error sederhana. Akan tetapi strategi ini biasanya akan menghabiskan waktu lama sampai kemudian muncul pemecahan masalahnya. Dengan cara ini banyak masalah dapat pula justru tidak terpecahkan secara sempurna.
Untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit, perlu untuk memiliki beberapa strategi selain trial and error. Strategi yang ada seharusnya dijadikan pijakan pada pengkategorian dan penggambaran yang akurat dari suatu masalah. Tetapi hal ini juga harus melalui perhitungan batas ingatan jangka pendek. Kita harus dapat menyelamatkan informasi dan pekerjaan kita tanpa harus dibatasi oleh ruang kerja yang terlalu sumpek dengan ingatan jangka pendek. Dengan cara ini kita akan dapat menggunakan strategi lain selain trial and error.

Informational Retrieval
Dalam beberapa kasus, pemecahan terhadap suatu masalah dapat menjadi sederhana seperti mengingat kembali informasi (Informational Retrieval) dari ingatan jangka panjang. Informational Retrieval adalah suatu pilihan penting ketika suatu pemecahan masalah harus ditemukan dengan cepat. Sebagai contoh seorang pilot dapat mengingat dengan cepat yang dibutuhkan untuk menerbangkan maupun mendaratkan pesawat. Ketika seorang pilot membutuhkan informasi, maka ia tidak punya cukup waktu untuk duduk dan menghitung jawaban benar karena waktu adalah hal yang esensial. Oleh karena itu ia gunakan ingatan jangka panjang untuk suatu jawaban segera. Cara yang digunakan inilah merupakan suatu informational retrieval.


Algoritma
Makin kompleks suatu masalah tentu membutuhkan metode yang makin kompleks pula. Dalam beberapa kasus kita dapat menggunakan algoritma. Algoritma adalah metode pemecahan masalah yang menjamin suatu pemecahan masalah jika tersedia kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkannya. Sebagai contohnya adalah algoritma untuk memecahkan anagram, yaitu suatu kelompok huruf-huruf yang dapat diatur kembali menjadi suatu bentuk suatu kata. Katakanlah kita diberi huruf a, l, dan t.  Lalu kita coba alt, atl, lta, tla, tal, dan akhirnya kita temukan lat (terlambat) sehingga masalahnya terpecahkan. Contoh lain adalah untuk memindahkan suhu Fahrenheit ke Celcius maka kita dapat menggunakan rumus = 5/9 x (F-32). Formula ini sebagaimana halnya formula yang lain merupakan suatu algoritma.

Heuristic
Banyak masalah yang dapat kita temukan sehari-hari yang tidak dapat begitu saja dapat dipecahkan dengan algoritma. Pada bagian ini kita akan belajar menggunakan strategi lain yang disebut dengan heuristic. Heuristic adalah suatu hukum yang terutama membantu kita untuk menyederhanakan masalah. Metode ini meski tidak menjamin suatu pemecahan masalah, tetapi akan mencoba atau berusaha untuk mencapainya. Suatu metode heuristic mungkin hanya dapat bekerja dengan baik untuk situasi tertentu, sementara metode yang lain mungkin hanya digunakan untuk tujuan-tujuan khusus. Akan tetapi metode heuristic secara umum dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia yang lebih luas.

2.6    Proses Pemecahan Masalah
Penafsiran Masalah : Disebut juga dengan mendifinisikan masalah dengan cara berfikir kreatif.
Strategi Pemecahan Masalah : Membuat seleksi terhadap strategi pemecahan massalah yang terbaik.

2.7    Penyebab Kesulitan dalam Memecahkan Persoalan
Pemecahan persoalan yang berhasil biasanya cenderung dipertahankan pada persoalan-persoalan yang berikutnya. Padahal belum tentu persoalan berikut itu dapat dipecahkan dengan cara yang sama. Dalam hal ini akan timbul kesulitan-kesulitan terutama kalau orang yang bersangkutan tidak mau mengubah dirinya.
Sempitnya pandangan sering dalam memecahkan persoalan, seseorang hanya melihat satu kemungkinan jalan keluar. Meskipun ternyata kemungkinan yang satu ini tidak benar, orang tersebut akan mencobanya terus, karena ia tidak melihat jalan keluar yang lain. Tentu saja ia akan mengalami kegagalan. Kesulitan seperti ini disebabkan oleh sempitnya pandangan orang tersebut. Sehingga tidak dapat melihat adanya beberapa kemungkinan jalan keluar.






































BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan kami di atas, dapat kami simpulkan bahwa berpikir adalah proses tingkah laku menggunakan pikiran untuk mencari makna dan pemahaman terhadap sesuatu, membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah.
Pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.  Macam-macam berpikir tebagi menjadi dua yaitu Berpikr Asosiatif dan Berpikir Terarah. Langkah-langkah proses berpikir yaitu Pembentukan Pengertian, Pembentukan Pendapat, dan Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan. Ada dua strategi dalam pemecahan masalah yaitu Strategi Menyeluruh dan Strategi Detailistis. Selain itu ada beberapa strategi pemecahan masalah yang sering digunakan yaitu Trial and Erro r, Informational Retrieval, Algoritma, dan Heuristic. Proses pemecahan masalah juga terbagi menjadi 2 yaitu Penafsiran Masalah dan Strategi Pemecahan Masalah.

        






















DAFTAR PUSTAKA

Http://www.psb-psma.org/content/blog/proses-berpikir
Http://www.tugaskuliah.info/2009/06/makalah-psikologi-umum-berpikir-dan.html
Http://www.psikologizone.com/pengertian-ilmu-psikologi/0651110
Http://buntataris.blogspot.co.id/2012/07/makalah-psikologi-berfikir-dan.html

Saturday, December 19, 2015

Makalah Implementasi TIK dalam Bidang Pemerintah dan Swasta

Makalah Implementasi TIK dalam Bidang Pemerintah dan Swasta



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Era Globalisasi menyebabkan munculnya kebutuhan–kebutuhan individu yang beragam, hal ini berkaitan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang berpengaruh kepada setiap aspek kehidupan. Berbagai aspek kehidupan menyesuaikan kepada perkembangan teknologi informasi untuk menciptakan berbagai kemudahan agar individu mampu memenuhi kebutuhannya.
Teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang bimbingan dan konseling. Pemerintah dan swasta memiliki berbagai kebijakan atau program yang salah satunya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.  Kebijakan atau program tersebut banyak yang mendukung penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu program dari pemerintah yaitu penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Swasta juga mempunyai peranan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian TIK?
2.      Apa sajaalat-alat tekhnolog informasi dan komunikasi?
3.      Apa saja Implementasi Program Teknologi Informasi oleh pemerintah di Indonesia?
4.      ApasajaImplementasi Program TeknologiInformasiolehswasta ?
C.     Tujuan
1.      Menjelaskan tentang TIK
2.      Menjelaskan alat-alat dari tekologi informasi dan komunikasi
3.      Menjelaskan tentang berbagai implementasi program teknologi informsi dalam pemerintahan Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi informasi dilihat dari kata penyusunanya adalah teknologi dan informasi. Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya dan lebih lama penyimpanannya. Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah Telematika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media, dan informatika. Para praktisi menyatakan bahwa “telematics” adalah singkatan dari telecommunication and informatics sebagai wujud dari perpadan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai the newhybrid technology yang lahir karena perkembangan teknologi digital
Selain pengertian diatas Williams & Sawyer dalam Koesnandar (2008:5) menyatakan bahwa ‘teknologi informatika adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara atau video)’. Dengan kata lain TIK tidak hanya terbatas dalam bentuk data saja melainkan suara, gambar atau video. Sedangkan Karsenti dalam Siahaan (2010:7) menyatakan TIK ‘sebagai alat atau sarana yang digunakan untuk melakukan perbaikan/penyempurnaan kegiatan pembelajaran sehingga para siswa menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil kegiatan belajar siswa’. Ini berarti teknologi dapat dan benar-benar membantu siswa mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari tingkat yang sangat mendasar sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi.
Dari beberapa pengertian yang telah diutarakan sebelumnya. Maka secara garis besar dapat dikatakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah seperangkat alat yang dapat membantu anda berkerja dangan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.


2.      ALAT-ALAT TEKNOLOGI INFORMASI
1.      Telepon
Telepon adalah alat komunikasi dapat mengirimkan pembicaraan/teks melaui sinyal listrik.
2.      Radio
Radio adalah stasiun yang memberikan layanan penyiaran suara, yang disiarkan melaluiudara sebagai gelombang radiodari sebuah ntena pemancar ke alat penerima
3.      Televisi
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi yang berfungsi  sebagai penerima siaran gambar bergerakbeserta suara,baik hitam putih maupun bewarna.
4.      Faximile
Faximile adalah alat yang mampu mengirimkan dokumen melalui jaringan telepon dengan hasil yang sama persis dengan aslinya.
5.      Internet
Internet adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer di dunia yang saling terhubung.













3.      IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASIOLEH PEMERINTAH

A.    Bidang Pemerintahan
Dalam bidang pemerintahan di Indonesia saat ini juga tidak mau ketinggalan dengan teknologi. Karena  sekarang hampir seluruh jajaran kementrian di Indonesia memiliki web masing-masing yang bisa di akses oleh masyarakat umum.Penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan pihak-pihak lain disebut e-government. Penggunaan hubungan ini dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu:
           G2C (Government to citizen), yaitu hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.
           G2B (Government to bussines), yaitu hubungan antara pemerintah dengan pengusaha.
           G2G (Government to Government), yaitu hubungan antara pemerintah dengan pemerintah. contohnya :
·         www.kemendagri.go.id (kementrian dalam negeri)
·         www.pu.go.id (kementrian pekerjaan umum)
·         www.dephub.go.id (kementrian departemen perhubungan)
·         www.depkes.go.id  ( kementrian kesehatan)

B.     Bidang Pendidikan
Bidang pendidikan di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang. Dunia pendidikan sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan tekhnologi informasi dan komunikasi. Berbagai media pembelajaran online sudah dikembangkan di Indonesia.Metodepembelajarantersebutbiasadisebut e-larning Contohnya:

1.                EDMODO
Pengertian Edmodo yaitu situs jaringan sosial tempat berbagi data, event, jadwal dan lain sebagainya diperuntukkan bagi para guru dan murid. Edmodo adalah media social network microblogging yang aman bagi siswa dan guru. Edmodo didirikan oleh Nicolas Borg dan Jeff O’Hara, dua orang yang bekerja di sekolah terpisah di daerah Chicago. Pada situs ini orangtua pun dapat bergabung serta berkomunikasi dengan guru dan orangtua siswa lain, selain tentu saja dengan putra atau putri mereka sendiri. Sekarang Edmodo sudah berkembang pesat dan sudah memiliki kurang lebih 7 juta akun yang terdiri dari guru dan murid. Dari pengertian Edmodo diatas, tentu kita mengetahui bahwa edomodo digunakan sebagai sarana komunikasi antara dosen dengan mahasiswa atau guru dengan murid.
Fitur fitur yang disediakan oleh edmodo adalah:
1. Ganti foto picture profile
2. Tampilan seperti facebook jadi mudah untuk diingat-ingat
3. Membuat Event atau jadwal kegiatan penting
4. Berinteraksi guru dengan murid secara mudah
5. Dapat diakses melalui handphone anda kapanpun dan dimanapun
Dengan semua fitur-fitur edmodo dapat bersaing dengan media social networking lainnya. Tetapi ini lebih ditujukan dengan para guru dan murid. Dalam situs edmodo.com ini disediakan layanan media social dengan tombol “Im Teacher” “Im Student” jadi situs ini dimudahkan untuk para murid dan guru saling berinteraksi satu sama lain.

Fungsi Edmodo:

1. Untuk mempermudah komunikasi antara murid dengan murid atau murid atau dosen dengan dosen.
2.    Sebagai sarana komunikasi belajar/ berdiskusi.
3.    Sebagai tempat untuk ujian/quiz, dll.



2.      UJIAN NASIONAL ONLINE
Ujian nasional tahun 2015 ini dilakukan secara online. Hal ini membuktikan keterkaitan antara pendidikan dan tekhnologi amatlah erat. Meskipun belum semua sekolah memakai sistem ini, tetapi tahun ini merupakan langkah awal perkembangan tekhnologi dalam bidang pendidikan.
3.      SIKADU
Pernahkah anda mendengar kata Sikadu??atau Siakad dsb? bagi yang pernah mengalami kuliah pasti sudah tahu tentang Sikadu ini. Sikadu bukan nama seseorang atau nama barang atau yang lainnya. Sikadu adalah kepanjangan dari Sistem Informasi Akademik Terpadu (Sikadu). Apakah Sikadu ini?? Sikadu adalah sebuah sistem informasi berbasis web yang dibangun dengan tujuan mengorganisasi data akademik pada sebuah Universitas/Perguruan Tinggi secara online. Pengorganisasian data yang dimaksud meliputi pengelolaan sistem registrasi dan sistem penjadwalan perkuliahan, pengelolaan Kartu Rencana Studi (KRS), monitoring perkuliahan, pengorganisasian nilai mahasiswa, penanganan pendaftaran wisuda dan masih banyak lagi. Sikadu dapat diakses secara online melalui jaringan internet sesuai dengan laman yang telah ditentukan masing-masing lembaga penyelenggara pendidikan.
Manfaat Sikadu bagi mahasiswa :
Memudahkan pemantauan nilai dan kegiatan akademis secara online baik melalui histori nilai, rekapitulasi nilai, maupun laporan kemajuan akademik. Memudahkan registrasi. Melihat jadwal kuliah. Mengisi dan revisi KRS. Menambah atau membatalkan mata kuliah pada semester yang sedang berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Melakukan komunikasi dengan pengguna Sikadu yang lain baik kepada sesama pengguna mahasiswa, dosen wali akademik, dosen lain, pejabat, maupun operator yang lain.




4.  IMPLEMENTASI OLEH SWASTA
A.    E-BANGKING
Electronic Banking (e-banking) merupakan suatu aktifitas layanan perbankan yang menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi, e-banking meliputi phone banking, mobile banking, dan internet banking. E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet.
Sedangkan M-Banking adalah saluran yang pada dasarnya evolusinya lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms. Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan. Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.




B.     BIDANG BISNIS
Dalam suatu bidang jasa kita sering kali mengenal antara penjual dan pembeli secara langsung. Seperti yang kita ketahui sekarang ada bidan jasa yang melayani jasanya secara online melalui internet sehingga kita tidak perlu datang kepada si penjual. Contohnya :
Ø  traveloka.com
Ø  olx.co.id
Ø  berniaga.com
Ø  lazada