Kamu yang pernah dan sedang berstatus mahasiswa, pasti pernah dan akan mengalami yang namanya Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN adalah sebuah program dari kampus yang bertujuan mewujudkan salah satu tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Kamu yang masih kuliah, pasti akan diwajibkan ikut KKN di desa-desa. Dan tentu saja, tak akan pernah kamu lupakan sampai kapanpun juga.
KKN memang menghadirkan pengalaman unik tersendiri yang tidak akan kamu dapatkan di ruang kuliah. Ada marah-marahan, ada cinlok (cinta lokasi), ada sindir-sindiran, ada baper-baperan dan lain sebagainya sebagai drama pelengkap masa KKN. Berikut momen-momen menarik yang terjadi selama KKN(ku), barangkali terjadi juga di KKNmu.
1. Canggung
Bukan hal yang mudah menyatukan isi 10 kepala yang berbeda. Kelompok KKN ku terdiri dari 10 orang dari jurusan dan fakultas yang bebeda. Slamet (BK), Ayu (PGSD), Ninda ( Bahasa Indonesia), Tian (Musik),Igga (PKN), Candra (Kimia), Faisal (Teknik Mesin), Dita (Tata Kecantkan) dan Arum (Akuntansi). Bukan hal yang aneh jika awal-awal masih canggung dengan teman-teman sekelompok. Masih malu-malu dan sangat jaim.
Upacara Penerjunan KKN
2. Bertemu Keluarga Baru
Di KKN, mahasiswa akan di tempatkan dirumah warga. Kami biasa menyebutnya induk semang/ Ibu Posko. Dulu kelompok KKN kami berposko dirumah Pak Sabar dan Ibu Ngapini selaku ketua RT setempat. Keluarga ini sangat ramah dan hangat. Kami diterima dengan sangat baik. Rumahnya yang besar memungkinkan kami untuk bersepuluh untuk tinggal disatu rumah.
Keluarga Bpk Sabar dan Ibu Ngapini
Perangkat Desa Losari
3. Warga yang super ramah
Desa selalu identik dengan tata krama dan keramahan warganya. Mungkin budaya yang mulai hilang di kota-kota adalah sikap ramah kepada tetangga. Saling sapa dijalan masih sangat kental di desa tempat kami KKN. Warganya sangat welcome dengan keberadaan mahasiswa KKN. Meskipun kadang kami kesulitan untuk berbahasa krama, tapi warga maklum dan sangat menghargai kami.
Ditambah dengan berbagai kesenian dan adat yang ada di desa tersebut. Warga tak bosan-bosannya menjawab pertanyaan kami yang kepo dengan kebudayaan yang ada disana, bahkan kami turut diundang untuk menyaksikan setiap kali ada latihan dan pertunjukan.
Kami juga dilibatkan dalam acara rutinan warga seperti tahlilan, pengajian, kerja bakti, fatayatan, senam, jalan-jalan, diba'an sampai diundang ke kondanganan.
Kerja bakti dan Senam bersama warga Kajoran
4. Udara dan Pemandangan yang Aduhay
Kami ditempatkan di Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Tahu sendiri kan ya, magelang itu dingin (bila dibanding semarang). Desa Losari juga masih asri dan banyak sawah-sawah membentang sehingga sangat sejuk dipandang mata. Ditambah lagi perkebunan kopi yang ada disepanjang jalan.Menambah kesejukan khas desa yang menenangkan.
5. Perbedaan
Ada banyak perbedaan setelah beberapa hari hidup bersama di satu rumah. Mulai paham satu sama lain. Mulai ada yang tak sejalan dan ada juga yang mulai menemukan kecocokan. Banyak sekali perbedaan yang harus dimaklumi selama KKN. Makanya, sebelum KKN alangkah baiknya kita belajar keberagaman dan tidak berekspektasi terlalu tinggi. Agar tidak kecewa karena pergolakan hati sendiri hehehe. Karena biasanya muncul masalah-masalah yang disulut oleh hal-hal sepele bahkan tidak disengaja. Tinggal bagaimana satu kelompok itu akan bersikap dallam memecahkan masalah. Karena logikanya, bagaiamana KKN akan bermanfaat bagi warganya kalau internalnya sendiri belum selesai?
Beruntunglah yang KKN-nya penuh tangis dan tawa. Karna tanpa itu, KKN akan terasa bak sayur tanpa garam. Momen yang tak akan pernah dilupakan adalah saat sebuah evaluasi tengah malam dengan iring-iringan marah dan air mata Tapi apapun juga, perbedaan itu sebenarnya indah, bagaimana kami bisa saling melengkapi satu sama lain,, yang terpenting adalah komunikasi terjalin dengan baik.
Malam Penarikan
6. Cinta Lokasi (Cinlok)
Cinlok menjadi meme paling digemari mahasiswa KKN, terutama yang jomblo. Bahkan yang sudah punya pasangan pun kadang harus diuji kesetiannya semasa KKN wkwkwk. Benih-benih cinta bisa muncul karena tinggal dalam satu atap, dari mulai bangun tidur, ngantri mandi, sarapan, berkegiatan, ngajar TPQ, ngajar les sampai rapat evaluasi ketemunya dia terus. Tak jarang banyak jomblo-jombo yang pulang KKN berganti status menjadi taken (bukan aku).
7. Cinta sama anak-anak
Kalau boleh jujur, ketika KKN kami menghabiskan lebih banyak waktu dan kegiatan bersama anak-anak. Mulai dari Posyandu, PAUD, TK, SD, TPQ sampai mengajar les. Bahkan ketika kami di posko pun kami selalu dikelilingi oleh cucu-cucu dari ibu posko kami, Iqbal, Rafa dan Dhita adalah krucil-krucil yang hapir setiap hari ada di posko. Rasanya posko hambar jika tak ada mereka. Belum lagi setiap malam ada anak-anak yang minta belajar bersama. Pulang KKN auto keibuan pokoknya dah wkwkwk.
8. Rekreasi ke Indomar*t
Berada jauh dari pusat kota membuat kita seolah kurang hiburan. Jarak yang cukup jauh untuk sampai ke kota, jangankan Mall, untu ke Indomar*t saja jauh. Jadi setiap sore ada saja alasan-alasan yang kami buat agar sekedar bisa keluar ke kecamatan untuk ke indomaret. Ke Indomar*t saja sudah bahagia ya kwkwk.
9. Tidak ada air
Kebetulan saat kami KKN kondisi desa sedang kesulitan air. Kami yang biasanya mandi 2 kali sehari terpaksa harus menguranginya yaitu jadi sehari sekali. Tapi tidak terlalu berpengaruh karena udara yang dingin dan juga aktivitas yang "nggak padat-padat amat".
10. Jajan di SD
Sebagai mahasiswa yang kalo dikos sukanya jajan, SD adalah surga baginya. Banyak tersedia jajanan dengan micin aneka rasa dan tentunya harga yang terjangkau. SD adalah pilihan yang tepat bagi kami saat pulang berkegiatan di siang hari. Mulai dari cilok, bakso mini, cireng, siomay, papeda, es jas jus sampai mie instan didalam gelas ada.
11. Teh manis anget dan pacitan
Bukan hal yang asing lagi setiap berkunjung ke rumah warga, teh hangat adalah sajian wajib. Untuk anak kos yang lebih suka es teh tentu ini sedikit merepotkan. Aapalagi kalau teh nya masih panas sementara keperluan dengan tuan rumah sudah selesai, mau tidak mau harus mencari topik pembahasan sembari menunggu teh dingin wkwk. Karena "saru" hukumnya tidak meminum suguhan ketika bertamu. Bayangkan jika hari itu kami berkunjung ke rumah satu RT,, bisa diabetes kali ya wkwkwk. Tapi perlu diketahui bahwasanya ini adalah cara mereka menghargai tamunya, dengan memberikan jamuan terbaiknya yaitu berupa teh manis hangat dan pacitan khas rumahan.
12. perpisahan penuh haru
Setelah 45 hari hidup bersama, hari perpisahan pun tiba. Tangis haru menyelimuti posko h-2 penarikan mahasiswa KKN. Ibu, Bapak, dan sanak saudara sedih melepas kepergian kami begitupun kami. Mungkin terbayang akan betapa sepinya rumah beliau ditinggal kami bersepuluh yang kebiasaannya berisik. Tangis haru selalu ada setiap kali kami berpamitan ke rumah-rumah orang yang selama ini kami repotkan seperti Pak Junadi dan Istri (Kades) dan juga anak-anak dari ibu posko kami yang suka kami tumpangi mandi. Seolah waktu 45 hari sudah cukup menjadikan kami sebagai keluarga.
Intinya, KKN adalah pengalaman seumur hidup sekali yang memberi banyak pelajaran berharga bagi mahasiswa yang menjalankannya. Berinteraksi dengan warga desa, bermain dengan anak-anak desa, ikut musyawarah desa, dan merasakan kearifan lokal desa, adalah pengalaman berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Jadikan lah KKN sebagai ajang latihan untuk terjun di kehidupan yang sesungguhnya. Terima kasih Desa Losari dan kawan-kawan KKN Lokasi Unnes Desa Losari 2018 atas pengalaman berharga nya :)
Ahad, 24 Februati 2019, di Masjid Al Azhar 14 Semarang. Telah terlaksana kajian parenting bersama Ustadzah Astrie Ivo.
"Mendidik dengan cinta adalah kunci kesuksesan dalam mendidik anak"
begitu kira-kira poin utama yang disampaikan disampaikan ust. Ivo dalam kajian kali ini. Memberikan pengasuhan terbaik kepada anak adalah kewajiban orang tua. Jangan menjadikan posisi orang tua sebagai posisi yang menakutkan bagi anak, tetapi jadilah penyejuk dan juga role model bagi anak.
"Jangan mendidik menggunakan taring dan tanduk"
Jadilah seorang ayah dan ibu yang lemah lembut tutur katanya, baik tindak-tanduknya, ketika dirumah disenangi anak-anak dan kepergiannya selalu dirindu oleh anak-anaknya. Anak merupakan peniru yang ulung, jangan menceramahi saja, tetapi berikanlah contoh, berikan suri tauladan yang baik. Maka Insyaa Allah, bukan hanya mendidiknya sebagai seorang anak, tetapi juga mendidiknya untuk menjadi orang tua di masa depan.
Terkadang orang tua lupa bahwa anak-anak mereka adalah calon orang tua juga di masa depan. Para orang tua malah sibuk menyiapkan anak-anaknya menjadi dokter, insinyur, perawat, dosen dan lain sebagainya tetapi lupa membekali anaknya dengan ilmu-ilmu parenting. Hal inilah yang perlu dibenahi lagi. Ayah dan ibu harus saling bersinergi dalam mendidik anak. Pendidikan anak bukan hanya tugas seorang ibu saja, tetapi juga ayah sebagai kepala sekolah di rumahnya.
Lebih dari 80% ayat dalam Al-Qur'an mengajarkan kita lewat kisah. Seperti kisah Fir'aun Kisah Namrud, Nabi Musa, Nabi Ibrahim dan banyak lainnya. Orang tua dalam mendidik anaknya perlu berkaca dari kisah Keluarga Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Tenang bagaimana Siti Hajar mengasuh anaknya Ismail.
Apa yang harus kita pelajari dari Siti Hajar? Pola asuh dan cara mendidik anak yang mampu menghasilkan anak berkualitas seperti ismail. Beliau bukanlah orang yang berpendidikan tinggi seperti para orang tua dan guru di zaman sekarang. Beliau tidak mengenal teori perkembangan anak, model-model pembelajaran, ragam jenis kecerdasan, multiple intelligences, dan berbagai teori canggih pendidikan lainnya. Tapi di tangannya lahir seorang Ismail, anak yang soleh, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, berakhlak mulia, cerdas dan rela berkorban.
Betapa teguh imannya ketika beliau ditinggalkan suami tercinta bersama anaknya di tempat yang kering dan tandus, tanpa air dan tidak ada pepohonan, tetapi beliau selalu berbaik sangka dengan Allah. Ridho dengan perintahnya. Beliau berlari dari bukit safa ke marwah sebanyak 7 kali (Sa'i) dan tidak mendapatkan setetes airpun. Setelah berserah diri ternyata air zam-zam keluar dari bawah kaki putranya. Betapa sabarnya beliau mengasuh putranya seorang diri dan hanya mengharap ridh dari Allah SWT semata.
Dan bagaimana pula ia mampu mendidik Ismail menjadi anak yang begitu berbagi dan juga patuh akan perintah Rabnya. Hal ini bisa dilihat pada kisah Nabi Ismail akan disembelih oleh ayahnya sendiri. Setelah sekian lama tidak saling berjumpa, sekalinya berjumpa ia malah akan disembelih oleh ayahnya. Sebagai seorang insan pastilah ada rasa takut dalam diri Ismail, tetapi karena cintanya kepada Allah ia rela.
Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua anak adalah Qurrota A'yun (penyejuk jiwa) bagi orang tuanya. Bisa jadi anak adalah ujian bagi orang tua untuk meningkatkan derajat keiimanannya. Maka dari itu, sebagai orang tua yang baik harus menyiapkan diri dengan sebagik-baiknya sebelum menjadi orang tua. Ibarat sebagai peserta ujian, orang tua tidak bisa memilih soal yang mana yang akan diujikan, tetapi orang tua yang baik akan menyiapkan jawaban-jawaban terbaik yang sudah dikalamkan oleh Allah SWT.
Berikut beberapa kiat-kiat orang tua dalam mendidik anak yang disampaikan dalah tausiyah Ustadzah Ivo :
Selesai dengan dirinya sendiri. Orang tua harus sudah selesai dengan masalahnya terlebih dahulu, seperti kenangan masalalu, membenci masalalu, masih sibuk memikirkan gaya hidup. Seharusnya semua itu sudah selesai sehingga energinya banyak tercurah untuk mendidik anaknya.
Selesai dengan pasangan. Yang dimaksud adalah dengan suami. Gaya komunikasi dengan anak, visi misi keluarganya sudah harus jelas. Jdi sudah jelas, anak mau disekolahkan dimana,, nantinya akan diarahkan seperti apa. Tidak ada lagi pertengkaran karena hal-hal sepele karena seharusnya sudah selesai sebelum memutuskan menjadi orang tua.
Tumbuhkan cinta anak kepada Rabnya. Ajarkan bahwa Allah selalu ada dan melihat apa yang ia kerjakan. Bukan hanya yang terucap tetapi juga yang tersimpan didalam hatinya. Selalu hadirkan Allah dalam setiap permasalahan dan kehidupannya.
Ajarkan ber-birrul walidain. Ajarkan anak untuk memuliakan orang tuanya dengan cara memuliakannya. Berikan contoh yang baik sehingga ia mau memuliakan orang tuanya. Ajak anak dengan lembut dan realistis. Selalu jelaskan alasan yang masuk akal dan jangan berbohong.
Ajarkan Habluminannas. Anak harus diajarkan mencintai sesamanya, karena nantinya akan hidup di masyarakat. Ajarkan anak menjadi seorang yang pemaaf dan toleran. Bagaimana? tentu dengan contoh dari orang tuanya. Bagaimana anak akan mencintai sesamanya jika ibunya masih suka menggunjingi tetangganya? Mulai ajarkan anak untuk melihat kelebihan dan kebaikan orang lain sekecil apapun. Jangan biarkan kebencian terhadap sesamanya mencuat ke permukaan.
Inilah sedikit resume dari kajian yang saya ikuti adi pagi, semoga bermanfaat. Selain ingin berbagi ilmu juga sebagai self reminder bagi saya, calon orangtua :)
Semarang, tempat yang mempunyai sejuta kenangan. Pasti kalian tidak asing lagi kan dengan Semarang, Kota yang mempunyai banyak destinasi wisata, mulai dari tempat refreshing sampai edukatif. Yap, kali ini aku pengen berbagi pengalaman piknikku kemarin yaitu ke Wisata Eling Bening.
Akses
Tak seperti yang aku bayangkan, ternyata akses menuju ke Eling Bening sangat mudah. Banyak petunjuk arah yang menunjukkan arah kepada pengunjung. Kalau kalian berfikir harus naik turun bukit jawabannya tidak sama sekali. Jalannya landai dan tidak jauh dari jalan raya. Jika berangkat dari Semarang atau pusat kota, bisa mengambil rute Semarang ke arah Bawen/Ambarawa. Ketika melalui pertigaan sebelum menuju ke arah terminal Bawen, ambil jalur ke arah Ambarawa atau berbelok ke kanan.
Lampu merah ambil lurus, lurus saja hingga menemui tulisan "WISATA ELING BENING" disebelah kiri jalan. Ambil jalur tersebut hingga menemukan arahan sekali lagi laluu berbelok kiri dan taraaaa, sampailah anda di loket tiket Wisata Eling Bening.
Tiket Wisata
Harga tiket masuk Eling Bening sekitar Rp. 20.000,- ditambah parkir motor seharga Rp. 2.000,-. Bayangkan dengan harga Rp.22.000,- sudah mendapatkan fasilitas parkir, toilet, mushola dan tentu saja pemandangan yang aduhay. Didalamnya juga terdapat kolam renang, tetapi ada HTM lagi jika sobat ingin berenang.
Ada Apa aja di Eling Bening?
Pertama masuk kita akan disuguhi gedung restoran yang mewah dengan desain elegan. Karena sebenarnya Eling Bening ini adalah restoran, tetapi karena pemandangannya yang indah sehingga menarik para wisatawan untuk tidak sekedar makan di restoran, melainkan juga menikmati keindahan alam dan sejuknya udara disana. Tersedia berbagai menu disana. Kurang lebih ada 3-4 restoran yang ada di Eling Bening, tetapi sayang sekali saat saya kesana hanya 1 restoran saja yang buka.
Setelah itu ada gazebo yang didominasi warna putih bersih, cukup luas dan merupakan tempat yang sangat nyaman untuk sekedar duduk-duduk menikmati pemandangan dibawah sana. Cocok sekali untuk liburan keluarga. Disampingnya juga banyak terdapat kursi-kursi yang disediakan untuk pengunjung. Dari atas kita bisa melihat keindahan rawa pening yang membentang luas, jalan raya semarang-magelang dan juga keindahan alam dari ketinggian.
Spot foto yang ditawarkan juga tidak sedikit, ada jembatan selfie, ayunan fotogenic, naga spot selfie, rumah kurcaci, kolam renang, dan banyak lainnya. Cocok sekali buat kalian yang hobi fotografi.
Namun sayang sekali, waktu aku kesana cuaca sedang kurang mendukung. Kala itu hujan dan mendung, tapi menjelang sore, langit sudah mulai cerah kembali sehigga asih bisa menikmati keindahan langit disore hari. Kapan lagi bisa berayun diayunan dengan angin sepoi-sepoi disuguhi pemandangan yang indah.
Pernah dengar pernyataan di atas? bahwa 5 orang terdekatmu akan menentukan bagaimana dirimu, pribadimu, pemikiranmu, bahkan masa depanmu?
Benar adanya bahwa lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar pada berbagai aspek kehidupan seseorang. Kalau seseorang hidup dikawasan yang baik, ia akan cenderung baik pula, begitu pula sebaliknya. Walaupun tidak terjadi disemua kasus karena setiap kompleks memiliki asyarakat yang beragam. Tetapi masing-masing masyarakat tentu memiliki ciri khasnya masing-masing.
Lalu apa hubungannya masa depanmu dengan 5 orang terdekat?
Pada suatu ketika aku pernah berdiskusi masalah ini dengan kawanku. Sebenarnya kita tidak terlalu dekat dan dia bukan termasuk dalam lingkaran 5 teman dekatku. Tetapi dia memiliki aura yang positif (menurutku), memiliki pemikiran yang luas dan toleransi yang tinggi.
Aku sedikit mengulur waktuku ke belakang, mengingat dengan siapa saja aku pernah berteman (secara intens). Dengan siapa saja selama ini aku menghabiskan waktuku, mengolah pola pikirku dan belajar selama ini.
Contoh kecilnya adalah ketika aku berpindah kost. Dulu sewaktu semester 1 aku kost dengan mahasiswa yang usianya cenderung diatasku, aku lebih dekat dengan mereka. Kemana-mana bersama mereka, jajan, makan, jalan-jalan dan lain sebagainya. Dulu aku masih ingat kalau mbak kostku adalah orang yang sudah kebelet nikah. Setiap hari bercandaannya masalah jodoh. Awalnya aku asing tetapi lama-lama pikiranku tercemar juga dengan istilah "nikah muda". Saat itu seolah aku terbawa arus oleh mbak-mbak kostku yang ngebet nikah muda itu.
Lalu semester 3, aki berpindah kost dengan anak-anak organisasi yang mayoritas adalah aktivis di kampus. Suka rapat, kajian bahkan demo. Saat itupun aku tergerus untuk menjadi aktivis kampus yang jarang pulang kost tetapi juga jarang pulang kerumah. Kala itu aku merasa menjadi pribadi yang supel dan easy going, mudah sekali beradaptasi dan aktif sekali. Tetapi kebiasaanku memasak, mencuci sendiri (tanpa laundry), dan keperempuanan lainnya sedikit berkurang. Aku juga memilih berkumpul dengan temen-temanku di PKM (pusat kegiatan mahasiswa) daripada ke kost.
Semester 5, aku kembali pindah tempat kost. Kali ini bersama dengan orang-orang yang kebanyakan sedang skripsi, tidak terlalu sibuk berorganisasi tetapi juga tidak ngebet nikah (wkwkwk). Kost nya lempeng saja tidak terlalu banyak aturan orang-orangnya ramah dan humble. Disini aku berubah lagi dari yang dulnya mandiri (kemana-mana sendiri) menjadi orang yang ngga mau sendiri (kalo cari makan). Menjadi anak yang lebih loyal dalam pertemanan dan tentunya menjadi mager kemana-mana.
Ternyata memang benar bahwa orang-orang terdekatmu mempengaruhi bagaimana kamu. Sekarang aku mulai menyadari ini dan sepertinya harus mulai memanage pertemanan juga. *Bukan memutuskan hubungan* dengan teman yang kamu anggap tidak sesuai dengan tujuan hidupmu. BUKAN. Tapi sedikit memfilter dengan siapa kamu menghabiskan waktumu.
Jangan sampai kamu menghabiskan sepanjang harimu dengan mengeluh hanya karena terpengaruh teman-temanmu yang suka mengeluh. Jangan sampai otakmu yang cemerlang itu terjebak dalam jiwamu yang malas karena berada diantara teman-temanmu yang malas. Jangan biarkan mimpi-mimpimu itu kamu kubur bahkan sebelum kamu mengutarakannya karena kamu punya teman yang selalu menghujat dan menghakimi mimpi-mimpimu dengan kalimat "Ah ngaco kamu ini,, mana mungkin kamu bisa blablabla". Jangan. Apalagi kalau karakter kita belum kuat, bisa bisa down terus bunuh diri (naudzubillah).
Eh, tapi, tapiiii. Mereka tidak salah kok, jangan salahkan mereka yang kamu anggap tidak baik itu. Mungkin mereka tidak memberikan banyak manfaat untukmu, tapi kamu yang harus memberikan manfaatmu untuk mereka.
Seperti sebuah pernyataan yang kurang lebih seperti ini "Kalau disuatu tempat tidak kamu temukan cahaya, semuanya gelap, bisa jadi Allah yang mengirimkan kamu untuk menjadi cahaya disana".
Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk tinggal. Pun banyak alasan untuk seseorang memilih meninggalkan. Kesamaan dan Perbedaan tentu menjadi bumbu yang utama. Satu mengarah kesana dan yang satunya kemari. Sulit untuk di logika maupun terlogika-kan. Barangkali kamu bertanya-tanya, mengapa harus aku?
Seorang pernah berkata "Ketika aku bisa menerimamu,, maka kamu harus bisa menerimaku juga". ada benarnya memang. Ini sebuah keadilan. Tapi perlu diingat juga bahwa banyak sekali kejadian yang terjadi sepanjang hidup kita. tak bisa dipukul rata, pikirku. Hal yang pernah terjadi memang bisa dijadikan pelajaran untuk mengahadapi masalah dimasa mendatang, tapi bukan berarti dengan cara yang sama bukan?
Semakin banyak kejadian maka semakin banyak belajar. Yang harus dilakukan saat ini bukanlah terus-menerus membela diri. Tetap pada ego masing-masing untuk mempertahankan argumen. keinginanku bisa jadi tidak penting bagi sebagian orang. Atau mungkin ada alasan lain yang disembunyikan dibalik itu semua. no one knows.
Ibarat memasak, kita membutuhkan banyak sekali bumbu, ada kadarnya masing-masing agar masakanmu dapat dirasakan oleh lidahmu. Tetapi egomu terkadang menambahkan terlalu sedikit garam, kebanyakan cabai bahkan setelahnya kamu masih menambahkan lada. Kamu lupa kalau yang akan memakannya bukan hanya kamu. Banyak lidah yang harus dijaga agar makanan itu dapat tersaji dengan lezat disemua lidah.
Terima semua dengan lapang. Mudah dikatakan tapi sulit dilakukan. Sekali lagi aku masih belajar. Maaf.
Dua Tahun Lagi Layanan BlackBerry World Akan Resmi Dimatikan - Beberapa tahun yang lalu, smartphone BlackBerry sempat menjadi primadona karena perangkat BlackBerry menawarkan beberapa fitur eksklusif yang populer seperti email dan BlackBerry Messenger. Namun eksistensinya kian tergerus dengan popularitas Android dan iOS yang dirasa lebih canggih serta menawarkan performa yang lebih baik. Kekalahan BlackBerry ini membuat perusahaan terpaksa tidak lagi menggunakan OS buatannya sendiri sejak beberapa tahun yang lalu, dimana itu termasuk BB10 yang sudah mendukung aplikasi Android.
Nah, bagi Anda yang masih menggunakan perangkat BlackBerry baik yang menjalankan BBOS atau BB10, ada kabar buruk dimana perusahaan akan mematikan layanan BlackBerry World pada bulan Desember tahun 2019 atau dua tahun lagi. BlackBerry telah memastikan, mereka akan terus memberikan dukungan software untuk perangkat BB10 dan BBOS setidaknya selama dua tahun ke depan.
Beberapa layanan tambahan akan ditutup sementara ini. Situs BlackBerry Travelling akan berakhir pada bulan Februari tahun depan sementara layanan panggilan video Playbook akan ditutup pada bulan Maret 2018. Toko aplikasi BlackBerry World akan ditutup pada tanggal 31 Desember 2019, dimana hal ini berarti pengguna perangkat BlackBerry lama tidak akan bisa lagi mengakses penyedia aplikasi bagi handset mereka. Perusahaan sendiri menyarankan pengguna yang ingin menikmati keamanan BlackBerry untuk berpindah ke perangkat Android terbaru milik mereka.
Jangan Nge-Charge HP-mu di Laptop, ini Bahayanya - Beberapa laptop dibekali gimmick kemampuan untuk nge-charge smartphone. Bahkan tak jarang para produsen laptop menjadikan hal itu sebagai nilai jualnya. Padahal nge-charge smartphone pake laptop itu bisa menimbulkan bahaya-bahaya berikut:
1. Smartphone Cepat Rusak
Meski aliran listrik yang dihasilkan oleh smartphone bisa digunakan untuk mengisi ulang smartphone, tapi arus listrik yang dikeluarkan dari port USB laptop tidaklah kuat. Karena mengisi ulang dengan aliran listrik yang lemah, dampaknya mengisi ulang smartphone pun menjadi lama.
Apa dampak lanjutan dari proses isi ulang baterai smartphone yang lama? Kamu jadi menggunakannya selama proses isi ulang. Hasilnya, baterai smartphone kamu jadi tidak awet.
2. Membuat Baterai Laptop jadi Cepat Rusak
Karena sama-sama menampung daya untuk digunakan di lain waktu, maka secara teknis laptop itu sama dengan power bank. Tidak heran jika kemudian kamu menggunakan laptop untuk mengisi ulang baterai smartphone. Tapi perlu kamu sadari juga, karena sama dengan power bank, maka baterai laptop juga memiliki life cycle atau siklus hidup.
Jika kamu sering menggunakan laptop sambil mengisi ulang smartphone, baterai laptop kamu akan jadi cepat aus. Hal ini terjadi karena saat digunakan mengisi ulang smartphone, baterai laptop jadi cepat habis, sehingga membuatnya cepat harus di-charge lagi. Semakin sering diisi ulang, siklus hidup baterai laptop pun semakin cepat berkurang.
3. Rawan Pencurian Data
Dengan menggunakan proses 'Handshake' atau proses pairing antara smartphone dengan laptop ketika saling terhubung, hacker bisa mencuri data smartphone yang diisi ulang menggunakan laptop. Hal ini terjadi karena proses 'Handsake' membuat data nama perangkat, produsen perangkat, jenis perangkat, nomor seri, informasi firmware, informasi sistem operasi, daftar file, hingga elektronik chip ID smartphone terbaca oleh laptop.
Nah, proses ini membuka kesempatan hacker untuk mencuri data di smartphone. Dengan memanfaatkan command khusus yang bertugas untuk meng-install sistem root pada smartphone, hacker bisa dengan mudah mencuri semua data yang ada di smartphone kamu.
Cara Aman Nge-Charge Smartphone Pake Laptop
Gimana, serem kan bahaya yang ditimbulkan jika kamu sering ngecas smartphone pake laptop? Kamu bisa kehilangan data, smartphone rusak, atau bahkan laptop kamu yang rusak. Untuk menghindari hal-hal tadi, sebaiknya kamu:
Charge smartphone dengan laptop hanya saat darurat. Jika terhubung dengan laptop, jangan aktifkan mode charge only jika tidak sedang darurat kekurangan daya. Akan lebih aman jika ngecas smartphone langsung dari sumber daya listrik utama.
Saat nge-charge smartphone dengan laptop, pastikan smartphone dalam keadaan terkunci. Hindari menggunakan smartphone selama di-charge dengan laptop.
Semoga bermanfaat!