Thursday, March 7, 2019

Dies Unnes ke-54 dimeriahkan Orda se-UNNES

Dies Unnes ke-54 dimeriahkan Orda se-UNNES



Rabu, 6 Maret 2019

Universitas Negeri Semarang memperingati hari jadinya yang ke-54 dengan tema "Mendunia untuk Indonesia". Acara di mulai pukul 08.00 di Lapangan Atletik Prof. Soegiyono FIK UNNES. Acara di awali dengan sambutan Bapak Faturokman selaku Rektor lalu di lanjutkan dengan pertunjukkan Korps Cendrawasih dari Akademi Kepolisian Semarang. Pertunjukan sangat meriah dan atraktif.

Lalu disambung dengan senam bersama di lapangan atletik. Seluruh peserta kegiatan terlihat antusias melakukan senam bersama. Setelah rangkain senam selesai, peserta dihimbau untuk mengikuti jalan sehat. Jalan sehat dengan rute Lapangan atletik-simpang tujuh-FMIPA-Gedung Perpustakaan baru-Taman Sutera dan berakhir di halaman Auditorium UNNES. Terdapat juga arak-arakan yang dimeriahkan oleh LK/UKM se-UNNES dan Organisasi Daerah se-UNNES. Mereka berjalan dengan membawa pernak-pernik kesenian dan budaya dari daerahnya masing-masing.

Pembagian doorprize adalah yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta jalan sehat. Dimana hadiah utamanya adalah 3 buah sepeda motor, +30 sepeda, beberapa lemari es, mesin cuci, TV LED, kompor gas dan banyak hadiah menarik lainnya. Meskipun disambut hujan, tetapi peserta tetap antusias menyaksikan pembagian doorprize dengan harap-harap cemas menanti nomor yang dikantonginya dipanggil.

Pembagian doorprize juga diselingi dengan  penampilan dari Organisasi Daerah yang juga dilombakan. Ada penampilan dari Orda Adik Papua, Gama Satria Banyumas, Imbara, PMC Imaku Kudus, Imake, Imaken, Kamapala Imanda dan banyak lainnya. Mengingat keberagaman yang ada di kampus UUNES sangat menarik, dipilih 3 penampilan terbaik untuk mendapatkan hadiah dipanggung.

Dirgahayu Universitas Negeri Semarang, semoga selalu jaya!

Wednesday, March 6, 2019

Radjawali Semarang Culture Center hadir sebagai "Panggung Kreasi Seni Anak Bangsa"

Radjawali Semarang Culture Center hadir sebagai "Panggung Kreasi Seni Anak Bangsa"


popon.web.id

Semarang, 5 Maret 2019

Radjawali Cultural Center mengadakan sebuah acara bertajuk "Radjawali Kulo Nuwun". Acara ini menghadirkan 3 pertunjukan sekaligus yaitu penampilan Tari Balet, Paduan Suara dan juga seni teatrikal. Radjawali SCC mengundang berbagai elemen seperti Disporapar, Yayasan Widya Putra Semarang, Komunitas Seni Budaya Semarang, Blogger serta Influencer yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya. 
popon.web.id
Sambutan General Manager Radjawali SCC
Acara di buka dengan sambutan dari Bapak Andre Handrijana Hardha, selaku General Manager Radjawali SSC. Beliau mengatakan "Nama Radjawalidiambil dari nama sekolah dasar yang didirikan oleh ayah pemilik gedung ini, dimana sekolah tersebut berada di daerah Juwana, Pati (kampung halaman owner). Salah satu alasan didirikannnya gedung ini adalah sebagai wujud terimakasih kepada orang tua dan seluruh leluhurnya, karena masa kecilnya telah ia habiskan di Kota Semarang". 

Radjawali SCC ini hadir untuk mewadahi pelaku seni yang ada di Semarang khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Owner sendiri merasa bahwa gairah kesenian di Semarang masih rendah, sehingga dengan adanya gedung Radjawali SCC ini diharapkan agar warga semarang mempunyai kebanggaan akan kebudayaan lokal dan juga menjadi wadah agar kesenian dan kebudayaan di Semarang terus berkembang.

Selanjutnya dijelaskan oleh Bapak Gideon Guruh, selaku Marketing and Event Manager di Radjawali SCC. Gedung ini diharapkan dapat menjadi tempat pertunjukkan seni budaya Indonesia dengan cita rasa berstandar internasional.  

Sebelumnya, mungkin warga semarang (khususnya saya) belum begitu familiar dengan gedung Radjawali SCC ini. Sebenarnya gedung untuk apa ini ya (setelah bolak-balik lewar Jl. Pierre Tendean. Letaknya sangat strategis yaitu di Jalan Pierre Tendean No. 32, dekat dengan Paragon. Pasti kalian sering lewat, tapi mungkin kurang 'ngeh', karena lokasinya yang agak masuk. 


popon.web.id

Didepan gedung berdiri gagah patung burung rajawali yang sedang mengepakkan sayapnya. Kesan pertama masuk gedung ini adalah desain arsitekturnya yang Masya Allah, detail sekali. Gedung Radjawali SCC ini terinspirasi dari kekayaan alam dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Wujud kekayaan alam dan budaya di terjemahkan dalam 3 unsur yaitu hutan, laut dan batik.

Hutan direpresetasikan dengan batang-batang yang melengkung menjulang keatas, ini melambangkan kekuatan, kebijaksanaan dan pemberi kehidupan. Laut direpresentasikan dengan desain lingkungan dibagian tengah atas depan yang melambangkan ketenangan, kekayaan dan kebergaman. Lalu batik menggambarkan ciri khas budaya Indonesia. Ketiga unsur tersebut dapat dinikmati di Gedung Radjawali SCC ini. Pada malam hari, bangunan ini juga dipercantik dengan permainan lighting.


Di Radjawali SCC ini ada 3 bagian utama yang bisa digunakan

OUTDOOR PLAZA

popon.web.id

Ruangan terbuka ini disediakan secara cuma-cuma untuk komunitas yang ingin menggunakannya. Syaratnya adalah komunitas tersebut merupakan komunitas seni, budaya atau olahraga. Sejauh ini Radjawali SCC sudah bekerjasama dengan Yayasan Djarum Indonesia, yaitu setiap hari kamis diadakan senam mulai dari jam 3 sore. Buat teman-teman yang free, bisa join langsung yaa :)

MULTIFUNCTION HALL

popon.web.id

Multifunction Hall ini berukuran 400 meter persegi, biasa digunakan untuk pemeran seni, jamuan makan, seminar dan juga acara seperti wedding atau ulang tahun. 

PERFORMANCE HALL

popon.web.id

Terletak dilantai 2 dan 3 yang berisi 279 kursi penonton, layar LED screen 12 x 6 meter panggung ukuran 16 x 7 meter, ruang FOH beserta sound engineering, operator lighting dan operator multimedia. Ruangan ini khusus diperuntukkan pertunjukkan seni. Detail interiornya sangat rapi, lighting dan sound juga sangat mendukung untuk acara pertunjukkan seperti orkestra, drama musikal, teater, paduan suara, tari, dan kesenian lainnya. Setelah diperhatikan dengan seksama, desain interior performance hall ini menyerupai sayap burung rajawali. Sayap tersebut seolah menaungi semua orang yang sedang menyaksikan pertunjukkan. 


Beberapa pertunjukan yang disuguhkan dalam acara Radjawali Kulo Nuwun ini ada 3, yaitu penampilan balet dari Sanggar Balet Maranatha, paduan suara Gratia Choir dan juga Teater Sentir. 

popon.web.id
Penampilan Balet Maranatha

popon.web.id
Penampilan Gratia Choir

popon.web.id
Penampilan Teater Sentir


Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
Gideon Guruh | Event & Marketing Manager Radjawali SCC
gideon@radjawaliscc.co.id | 081235579934

Friday, March 1, 2019

45 Hari Bersama Orang Tak Dikenal

45 Hari Bersama Orang Tak Dikenal


Kamu yang pernah dan sedang berstatus mahasiswa, pasti pernah dan akan mengalami yang namanya Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN adalah sebuah program dari kampus yang bertujuan mewujudkan salah satu tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian  masyarakat. Kamu yang masih kuliah, pasti akan diwajibkan ikut KKN di desa-desa. Dan tentu saja, tak akan pernah kamu lupakan sampai kapanpun juga.

KKN memang menghadirkan pengalaman unik tersendiri yang tidak akan kamu dapatkan di ruang kuliah. Ada marah-marahan, ada cinlok (cinta lokasi), ada sindir-sindiran, ada baper-baperan dan lain sebagainya sebagai drama pelengkap masa KKN. Berikut momen-momen menarik yang terjadi selama KKN(ku), barangkali terjadi juga di KKNmu.  

1. Canggung

Bukan hal yang mudah menyatukan isi 10 kepala yang berbeda. Kelompok KKN ku terdiri dari 10 orang dari jurusan dan fakultas yang bebeda. Slamet (BK), Ayu (PGSD), Ninda ( Bahasa Indonesia), Tian (Musik),Igga (PKN), Candra (Kimia), Faisal (Teknik Mesin), Dita (Tata Kecantkan) dan Arum (Akuntansi). Bukan hal yang aneh jika awal-awal masih canggung dengan teman-teman sekelompok. Masih malu-malu dan sangat jaim.

popon.web.id
Upacara Penerjunan KKN

2. Bertemu Keluarga Baru

Di KKN, mahasiswa akan di tempatkan dirumah warga. Kami biasa menyebutnya induk semang/ Ibu Posko. Dulu kelompok KKN kami berposko dirumah Pak Sabar dan Ibu Ngapini selaku ketua RT setempat. Keluarga ini sangat ramah dan hangat. Kami diterima dengan sangat baik. Rumahnya yang besar memungkinkan kami untuk bersepuluh untuk tinggal disatu rumah. 
popon.web.id
Keluarga Bpk Sabar dan Ibu Ngapini
popon.web.id
Perangkat Desa Losari
3. Warga yang super ramah

Desa selalu identik dengan tata krama dan keramahan warganya. Mungkin budaya yang mulai hilang di kota-kota adalah sikap ramah kepada tetangga. Saling sapa dijalan masih sangat kental di desa tempat kami KKN. Warganya sangat welcome dengan keberadaan mahasiswa KKN. Meskipun kadang kami kesulitan untuk berbahasa krama, tapi warga maklum dan sangat menghargai kami. 

Ditambah dengan berbagai kesenian dan adat yang ada di desa tersebut. Warga tak bosan-bosannya menjawab pertanyaan kami yang kepo dengan kebudayaan yang ada disana, bahkan kami turut diundang untuk menyaksikan setiap kali ada latihan dan pertunjukan. 
Kami juga dilibatkan dalam acara rutinan warga seperti tahlilan, pengajian, kerja bakti, fatayatan, senam, jalan-jalan, diba'an sampai diundang ke kondanganan. 
popon.web.id
Kerja bakti dan Senam bersama warga Kajoran
4. Udara dan Pemandangan yang Aduhay

Kami ditempatkan di Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Tahu sendiri kan ya, magelang itu dingin (bila dibanding semarang). Desa Losari juga masih asri dan banyak sawah-sawah membentang sehingga sangat sejuk dipandang mata. Ditambah lagi perkebunan kopi yang ada disepanjang jalan.Menambah kesejukan khas desa yang menenangkan. 

5. Perbedaan

Ada banyak perbedaan setelah beberapa hari hidup bersama di satu rumah. Mulai paham satu sama lain. Mulai ada yang tak sejalan dan ada juga yang mulai menemukan kecocokan. Banyak sekali perbedaan yang harus dimaklumi selama KKN. Makanya, sebelum KKN alangkah baiknya kita belajar keberagaman dan tidak berekspektasi terlalu tinggi. Agar tidak kecewa karena pergolakan hati sendiri hehehe. Karena biasanya muncul masalah-masalah yang disulut oleh hal-hal sepele bahkan tidak disengaja. Tinggal bagaimana satu kelompok itu akan bersikap dallam memecahkan masalah. Karena logikanya, bagaiamana KKN akan bermanfaat bagi warganya kalau internalnya sendiri belum selesai? 

Beruntunglah yang KKN-nya penuh tangis dan tawa. Karna tanpa itu, KKN  akan terasa bak sayur tanpa garam. Momen yang tak akan pernah dilupakan adalah saat sebuah evaluasi tengah malam dengan iring-iringan marah dan air mata Tapi apapun juga, perbedaan itu sebenarnya indah, bagaimana kami bisa saling melengkapi satu sama lain,, yang terpenting adalah komunikasi terjalin dengan baik. 
Malam Penarikan

6. Cinta Lokasi (Cinlok)
Cinlok menjadi meme paling digemari mahasiswa KKN, terutama yang jomblo. Bahkan yang sudah punya pasangan pun kadang harus diuji kesetiannya semasa KKN wkwkwk. Benih-benih cinta bisa muncul karena tinggal dalam satu atap, dari mulai bangun tidur, ngantri mandi, sarapan, berkegiatan, ngajar TPQ, ngajar les sampai rapat evaluasi ketemunya dia terus. Tak jarang banyak jomblo-jombo yang pulang KKN berganti status menjadi taken (bukan aku).

7. Cinta sama anak-anak
Kalau boleh jujur, ketika KKN kami menghabiskan lebih banyak waktu dan kegiatan bersama anak-anak. Mulai dari Posyandu, PAUD, TK, SD, TPQ sampai mengajar les. Bahkan ketika kami di posko pun kami selalu dikelilingi oleh cucu-cucu dari ibu posko kami, Iqbal, Rafa dan Dhita adalah krucil-krucil yang hapir setiap hari ada di posko. Rasanya posko hambar jika tak ada mereka. Belum lagi setiap malam ada anak-anak yang minta belajar bersama. Pulang KKN auto keibuan pokoknya dah wkwkwk.


8. Rekreasi ke Indomar*t
Berada jauh dari pusat kota membuat kita seolah kurang hiburan. Jarak yang cukup jauh untuk sampai ke kota, jangankan Mall, untu ke Indomar*t saja jauh. Jadi setiap sore ada saja alasan-alasan yang kami buat agar sekedar bisa keluar ke kecamatan untuk ke indomaret. Ke Indomar*t saja sudah bahagia ya kwkwk.

9. Tidak ada air
Kebetulan saat kami KKN kondisi desa sedang kesulitan air. Kami yang biasanya mandi 2 kali sehari terpaksa harus menguranginya yaitu jadi sehari sekali. Tapi tidak terlalu berpengaruh karena udara yang dingin dan juga aktivitas yang "nggak padat-padat amat".

10. Jajan di SD
Sebagai mahasiswa yang kalo dikos sukanya jajan, SD adalah surga baginya. Banyak tersedia jajanan dengan micin aneka rasa dan tentunya harga yang terjangkau. SD adalah pilihan yang tepat bagi kami saat pulang berkegiatan di siang hari. Mulai dari cilok, bakso mini, cireng, siomay, papeda, es jas jus sampai mie instan didalam gelas ada.

11. Teh manis anget dan pacitan
Bukan hal yang asing lagi setiap berkunjung ke rumah warga, teh hangat adalah sajian wajib. Untuk anak kos yang lebih suka es teh tentu ini sedikit merepotkan. Aapalagi kalau teh nya masih panas sementara keperluan dengan tuan rumah sudah selesai, mau tidak mau harus mencari topik pembahasan sembari menunggu teh dingin wkwk. Karena "saru" hukumnya tidak meminum suguhan ketika bertamu. Bayangkan jika hari itu kami berkunjung ke rumah satu RT,, bisa diabetes kali ya wkwkwk. Tapi perlu diketahui bahwasanya ini adalah cara mereka menghargai tamunya, dengan  memberikan jamuan terbaiknya yaitu berupa teh manis hangat dan pacitan khas rumahan. 

12. perpisahan penuh haru
Setelah 45 hari hidup bersama, hari perpisahan pun tiba. Tangis haru menyelimuti posko h-2 penarikan mahasiswa KKN. Ibu, Bapak, dan sanak saudara sedih melepas kepergian kami begitupun kami. Mungkin terbayang akan betapa sepinya rumah beliau ditinggal kami bersepuluh yang kebiasaannya berisik. Tangis haru selalu ada setiap kali kami berpamitan ke rumah-rumah orang yang selama ini kami repotkan seperti Pak Junadi dan Istri (Kades) dan juga anak-anak dari ibu posko kami yang suka kami tumpangi mandi. Seolah waktu 45 hari sudah cukup menjadikan kami sebagai keluarga.

Intinya, KKN adalah pengalaman seumur hidup sekali yang memberi banyak pelajaran berharga bagi mahasiswa yang menjalankannya. Berinteraksi dengan warga desa, bermain dengan anak-anak desa, ikut musyawarah desa, dan merasakan kearifan lokal desa, adalah pengalaman berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Jadikan lah KKN sebagai ajang latihan untuk terjun di kehidupan yang sesungguhnya. Terima kasih Desa Losari dan kawan-kawan KKN Lokasi Unnes Desa Losari 2018 atas pengalaman berharga nya :)


Magelang, 1 Oktober 2018-14 November 2018

Sunday, February 24, 2019

[sedikit] Resume Kajian Parenting "Mendidik Anak Dengan Cinta"

[sedikit] Resume Kajian Parenting "Mendidik Anak Dengan Cinta"



popon.web.id
Kajian Parenting di Masjid Al Azhar 41 Semarang
Ahad, 24 Februati 2019, di Masjid Al Azhar 14 Semarang. Telah terlaksana kajian parenting bersama Ustadzah Astrie Ivo. 

"Mendidik dengan cinta adalah kunci kesuksesan dalam mendidik anak"

begitu kira-kira poin utama yang disampaikan disampaikan ust. Ivo dalam kajian kali ini. Memberikan pengasuhan terbaik kepada anak adalah kewajiban orang tua. Jangan menjadikan posisi orang tua sebagai posisi yang menakutkan bagi anak, tetapi jadilah penyejuk dan juga role model bagi anak. 

"Jangan mendidik menggunakan taring dan tanduk"

Jadilah seorang ayah dan ibu yang lemah lembut tutur katanya, baik tindak-tanduknya, ketika dirumah disenangi anak-anak dan kepergiannya selalu dirindu oleh anak-anaknya. Anak merupakan peniru yang ulung, jangan menceramahi saja, tetapi berikanlah contoh, berikan suri tauladan yang baik. Maka Insyaa Allah, bukan hanya mendidiknya sebagai seorang anak, tetapi juga mendidiknya untuk menjadi orang tua di masa depan.

Terkadang orang tua lupa bahwa anak-anak mereka adalah calon orang tua juga di masa depan. Para orang tua malah sibuk menyiapkan anak-anaknya menjadi dokter, insinyur, perawat, dosen dan lain sebagainya tetapi lupa membekali anaknya dengan ilmu-ilmu parenting. Hal inilah yang perlu dibenahi lagi. Ayah dan ibu harus saling bersinergi dalam mendidik anak. Pendidikan anak bukan hanya tugas seorang ibu saja, tetapi juga ayah sebagai kepala sekolah di rumahnya. 

Lebih dari 80% ayat dalam Al-Qur'an mengajarkan kita lewat kisah. Seperti kisah Fir'aun Kisah Namrud, Nabi Musa, Nabi Ibrahim dan banyak lainnya. Orang tua dalam mendidik anaknya perlu berkaca dari kisah Keluarga Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Tenang bagaimana Siti Hajar mengasuh anaknya Ismail.

Apa yang harus kita pelajari dari Siti Hajar? Pola asuh dan cara mendidik anak yang mampu menghasilkan anak berkualitas seperti ismail. Beliau bukanlah orang yang berpendidikan tinggi seperti para orang tua dan guru di zaman sekarang. Beliau tidak mengenal teori perkembangan anak, model-model pembelajaran, ragam jenis kecerdasan, multiple intelligences, dan berbagai teori canggih pendidikan lainnya. Tapi di tangannya lahir seorang Ismail, anak yang soleh, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, berakhlak mulia, cerdas dan rela berkorban.

Betapa teguh imannya ketika beliau ditinggalkan suami tercinta bersama anaknya di tempat yang kering dan tandus, tanpa air dan tidak ada pepohonan, tetapi beliau selalu berbaik sangka dengan Allah. Ridho dengan perintahnya. Beliau berlari dari bukit safa ke marwah sebanyak 7 kali (Sa'i) dan tidak mendapatkan setetes airpun. Setelah berserah diri ternyata air zam-zam keluar dari bawah kaki putranya. Betapa sabarnya beliau mengasuh putranya seorang diri dan hanya mengharap ridh dari Allah SWT semata. 

Dan bagaimana pula ia mampu mendidik Ismail menjadi anak yang begitu berbagi dan juga patuh akan perintah Rabnya. Hal ini bisa dilihat pada kisah Nabi Ismail akan disembelih oleh ayahnya sendiri. Setelah sekian lama tidak saling berjumpa, sekalinya berjumpa ia malah akan disembelih oleh ayahnya. Sebagai seorang insan pastilah ada rasa takut dalam diri Ismail, tetapi karena cintanya kepada Allah ia rela. 

Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua anak adalah Qurrota A'yun (penyejuk jiwa) bagi orang tuanya. Bisa jadi anak adalah ujian bagi orang tua untuk meningkatkan derajat keiimanannya. Maka dari itu, sebagai orang tua yang baik harus menyiapkan diri dengan sebagik-baiknya sebelum menjadi orang tua. Ibarat sebagai peserta ujian, orang tua tidak bisa memilih soal yang mana yang akan diujikan, tetapi orang tua yang baik akan menyiapkan jawaban-jawaban terbaik yang sudah dikalamkan oleh Allah SWT. 
Berikut beberapa kiat-kiat orang tua dalam mendidik anak yang disampaikan dalah tausiyah Ustadzah Ivo :

  1. Selesai dengan dirinya sendiri. Orang tua harus sudah selesai dengan masalahnya terlebih dahulu, seperti kenangan masalalu, membenci masalalu, masih sibuk memikirkan gaya hidup. Seharusnya semua itu sudah selesai sehingga energinya banyak tercurah untuk mendidik anaknya.
  2. Selesai dengan pasangan. Yang dimaksud adalah dengan suami. Gaya komunikasi dengan anak, visi misi keluarganya sudah harus jelas. Jdi sudah jelas, anak mau disekolahkan dimana,, nantinya akan diarahkan seperti apa. Tidak ada lagi pertengkaran karena hal-hal sepele karena seharusnya sudah selesai sebelum memutuskan menjadi orang tua. 
  3. Tumbuhkan cinta anak kepada Rabnya. Ajarkan bahwa Allah selalu ada dan melihat apa yang ia kerjakan. Bukan hanya yang terucap tetapi juga yang tersimpan didalam hatinya. Selalu hadirkan Allah dalam setiap permasalahan dan kehidupannya.
  4. Ajarkan ber-birrul walidain. Ajarkan anak untuk memuliakan orang tuanya dengan cara memuliakannya. Berikan contoh yang baik sehingga ia mau memuliakan orang tuanya. Ajak anak dengan lembut dan realistis. Selalu jelaskan alasan yang masuk akal dan jangan berbohong.
  5. Ajarkan Habluminannas. Anak harus diajarkan mencintai sesamanya, karena nantinya akan hidup di masyarakat. Ajarkan anak menjadi seorang yang pemaaf dan toleran. Bagaimana? tentu dengan contoh dari orang tuanya. Bagaimana anak akan mencintai sesamanya jika ibunya masih suka menggunjingi tetangganya? Mulai ajarkan anak untuk melihat kelebihan dan kebaikan orang lain sekecil apapun. Jangan biarkan kebencian terhadap sesamanya mencuat ke permukaan. 


Inilah sedikit resume dari kajian yang saya ikuti adi pagi, semoga bermanfaat. Selain ingin berbagi ilmu juga sebagai self reminder bagi saya, calon orangtua :)
Aamiin 

Friday, February 22, 2019

Menikmati Sore yang Indah di Eling Bening

Menikmati Sore yang Indah di Eling Bening


popon.web.id


Semarang, tempat yang mempunyai sejuta kenangan. Pasti kalian tidak asing lagi kan dengan Semarang, Kota yang mempunyai banyak destinasi wisata, mulai dari tempat refreshing sampai edukatif. Yap, kali ini aku pengen berbagi pengalaman piknikku kemarin yaitu ke Wisata Eling Bening.

Akses

Tak seperti yang aku bayangkan, ternyata akses menuju ke Eling Bening sangat mudah. Banyak petunjuk arah yang menunjukkan arah kepada pengunjung. Kalau kalian berfikir harus naik turun bukit jawabannya tidak sama sekali. Jalannya landai dan tidak jauh dari jalan raya. Jika berangkat dari Semarang atau pusat kota, bisa mengambil rute Semarang ke arah Bawen/Ambarawa. Ketika melalui pertigaan sebelum menuju ke arah terminal Bawen, ambil jalur ke arah Ambarawa atau berbelok ke kanan.

Lampu merah ambil lurus, lurus saja hingga menemui tulisan "WISATA ELING BENING" disebelah kiri jalan. Ambil jalur tersebut hingga menemukan arahan sekali lagi laluu berbelok kiri dan taraaaa, sampailah anda di loket tiket Wisata Eling Bening.

Tiket Wisata


Harga tiket masuk Eling Bening sekitar Rp. 20.000,- ditambah parkir motor seharga Rp. 2.000,-. Bayangkan dengan harga Rp.22.000,- sudah mendapatkan fasilitas parkir, toilet, mushola dan tentu saja pemandangan yang aduhay. Didalamnya juga terdapat kolam renang, tetapi ada HTM lagi jika sobat ingin berenang.

Ada Apa aja di Eling Bening?

Pertama masuk kita akan disuguhi gedung restoran yang mewah dengan desain elegan. Karena sebenarnya Eling Bening ini adalah restoran, tetapi karena pemandangannya yang indah sehingga menarik para wisatawan untuk tidak sekedar makan di restoran, melainkan juga menikmati keindahan alam dan sejuknya udara disana. Tersedia berbagai menu disana. Kurang lebih ada 3-4 restoran yang ada di Eling Bening, tetapi sayang sekali saat saya kesana hanya 1 restoran saja yang buka.

popon.web.id

popon.web.id

Menikmati Sore yang Indah di Eling Bening


Setelah itu ada gazebo yang didominasi warna putih bersih, cukup luas dan merupakan tempat yang sangat nyaman untuk sekedar duduk-duduk menikmati pemandangan dibawah sana. Cocok sekali untuk liburan keluarga. Disampingnya juga banyak terdapat kursi-kursi yang disediakan untuk pengunjung. Dari atas kita bisa melihat keindahan rawa pening yang membentang luas, jalan raya semarang-magelang dan juga keindahan alam dari ketinggian.

popon.web.id


Spot foto yang ditawarkan juga tidak sedikit, ada jembatan selfie, ayunan fotogenic, naga spot selfie, rumah kurcaci, kolam renang, dan banyak lainnya. Cocok sekali buat kalian yang hobi fotografi.


popon.web.id

popon.web.id

popon.web.id
popon.web.id


Namun sayang sekali, waktu aku kesana cuaca sedang kurang mendukung. Kala itu hujan dan mendung, tapi menjelang sore, langit sudah mulai cerah kembali sehigga asih bisa menikmati keindahan langit disore hari. Kapan lagi bisa berayun diayunan dengan angin sepoi-sepoi disuguhi pemandangan yang indah.
popon.web.id

Tunggu apalagi? Ayo wisata Semarang

oleh :popon.web.id

Saturday, February 16, 2019

Kamu Adalah Visualisasi 5 Orang Terdekatmu

Kamu Adalah Visualisasi 5 Orang Terdekatmu

Kamu Adalah Visualisasi 5 Orang Terdekatmu


"Kamu Adalah Visualisasi 5 Orang Terdekatmu"


Pernah dengar pernyataan di atas? bahwa 5 orang terdekatmu akan menentukan bagaimana dirimu, pribadimu, pemikiranmu, bahkan masa depanmu?

Benar adanya bahwa lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar pada berbagai aspek kehidupan seseorang. Kalau seseorang hidup dikawasan yang baik, ia akan cenderung baik pula, begitu pula sebaliknya. Walaupun tidak terjadi disemua kasus karena setiap kompleks memiliki asyarakat yang beragam. Tetapi masing-masing masyarakat tentu memiliki ciri khasnya masing-masing. 

Lalu apa hubungannya masa depanmu dengan 5 orang terdekat?

Pada suatu ketika aku pernah berdiskusi masalah ini dengan kawanku. Sebenarnya kita tidak terlalu dekat dan dia bukan termasuk dalam lingkaran 5 teman dekatku. Tetapi dia memiliki aura yang positif (menurutku), memiliki pemikiran yang luas dan toleransi yang tinggi.

Aku sedikit mengulur waktuku ke belakang, mengingat dengan siapa saja aku pernah berteman (secara intens). Dengan siapa saja selama ini aku menghabiskan waktuku, mengolah pola pikirku dan belajar selama ini.

Contoh kecilnya adalah ketika aku berpindah kost. Dulu sewaktu semester 1 aku kost dengan mahasiswa yang usianya cenderung diatasku, aku lebih dekat dengan mereka. Kemana-mana bersama mereka, jajan, makan, jalan-jalan dan lain sebagainya. Dulu aku masih ingat kalau mbak kostku adalah orang yang sudah kebelet nikah. Setiap hari bercandaannya masalah jodoh. Awalnya aku asing tetapi lama-lama pikiranku tercemar juga dengan istilah "nikah muda". Saat itu seolah aku terbawa arus oleh mbak-mbak kostku yang ngebet nikah muda itu.

Lalu semester 3, aki berpindah kost dengan anak-anak organisasi yang mayoritas adalah aktivis di kampus. Suka rapat, kajian bahkan demo. Saat itupun aku tergerus untuk menjadi aktivis kampus yang jarang pulang kost tetapi juga jarang pulang kerumah. Kala itu aku merasa menjadi pribadi yang supel dan easy going, mudah sekali beradaptasi dan aktif sekali. Tetapi kebiasaanku memasak, mencuci sendiri (tanpa laundry), dan keperempuanan lainnya sedikit berkurang. Aku juga memilih berkumpul dengan temen-temanku di PKM (pusat kegiatan mahasiswa) daripada ke kost.

Semester 5, aku kembali pindah tempat kost. Kali ini bersama dengan orang-orang yang kebanyakan sedang skripsi, tidak terlalu sibuk berorganisasi tetapi juga tidak ngebet nikah (wkwkwk). Kost nya lempeng saja tidak terlalu banyak aturan orang-orangnya ramah dan humble. Disini aku berubah lagi dari yang dulnya mandiri (kemana-mana sendiri) menjadi orang yang ngga mau sendiri (kalo cari makan). Menjadi anak yang lebih loyal dalam pertemanan dan tentunya menjadi mager kemana-mana.

Ternyata memang benar bahwa orang-orang terdekatmu mempengaruhi bagaimana kamu. Sekarang aku mulai menyadari ini dan sepertinya harus mulai memanage pertemanan juga. *Bukan memutuskan hubungan* dengan teman yang kamu anggap tidak sesuai dengan tujuan hidupmu. BUKAN. Tapi sedikit memfilter dengan siapa kamu menghabiskan waktumu. 

Jangan sampai kamu menghabiskan sepanjang harimu dengan mengeluh hanya karena terpengaruh teman-temanmu yang suka mengeluh. Jangan sampai otakmu yang cemerlang itu terjebak dalam jiwamu yang malas karena berada diantara teman-temanmu yang malas. Jangan biarkan mimpi-mimpimu itu kamu kubur bahkan sebelum kamu mengutarakannya karena kamu punya teman yang selalu menghujat dan menghakimi mimpi-mimpimu dengan kalimat "Ah ngaco kamu ini,, mana mungkin kamu bisa blablabla". Jangan. Apalagi kalau karakter kita belum kuat, bisa bisa down terus bunuh diri (naudzubillah).

Eh, tapi, tapiiii. Mereka tidak salah kok, jangan salahkan mereka yang kamu anggap tidak baik itu. Mungkin mereka tidak memberikan banyak manfaat untukmu, tapi kamu yang harus memberikan manfaatmu untuk mereka.

Seperti sebuah pernyataan yang kurang lebih seperti ini "Kalau disuatu tempat tidak kamu temukan cahaya, semuanya gelap, bisa jadi Allah yang mengirimkan kamu untuk menjadi cahaya disana". 


Friday, February 8, 2019

Bumbu, Perlu?

Bumbu, Perlu?

popon.web.idAda banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk tinggal. Pun banyak alasan untuk seseorang memilih meninggalkan. Kesamaan dan Perbedaan tentu menjadi bumbu yang utama. Satu mengarah kesana dan yang satunya kemari. Sulit untuk di logika maupun terlogika-kan. Barangkali kamu bertanya-tanya, mengapa harus aku?

Seorang pernah berkata "Ketika aku bisa menerimamu,, maka kamu harus bisa menerimaku juga". ada benarnya memang. Ini sebuah keadilan. Tapi perlu diingat juga bahwa banyak sekali kejadian yang terjadi sepanjang hidup kita. tak bisa dipukul rata, pikirku. Hal yang pernah terjadi memang bisa dijadikan pelajaran untuk mengahadapi masalah dimasa mendatang, tapi bukan berarti dengan cara yang sama bukan?

Semakin banyak kejadian maka semakin banyak belajar. Yang harus dilakukan saat ini bukanlah terus-menerus membela diri. Tetap pada ego masing-masing untuk mempertahankan argumen. keinginanku bisa jadi tidak penting bagi sebagian orang. Atau mungkin ada alasan lain yang disembunyikan dibalik itu semua. no one knows. 

Ibarat memasak, kita membutuhkan banyak sekali bumbu, ada kadarnya masing-masing agar masakanmu dapat dirasakan oleh lidahmu. Tetapi egomu terkadang menambahkan terlalu sedikit garam, kebanyakan cabai bahkan setelahnya kamu masih menambahkan lada. Kamu lupa kalau yang akan memakannya bukan hanya kamu. Banyak lidah yang harus dijaga agar makanan itu dapat tersaji dengan lezat disemua lidah.

Terima semua dengan lapang. Mudah dikatakan tapi sulit dilakukan. Sekali lagi aku masih belajar. Maaf.